Rabu, 26 Agustus 2015

Anna Shopanah-Supendi Nomor 1



Nomor Urut Pasangan Anna Shopanah-Supendi No 1 dan Toto Sucartono-Rastawiguna No 2

Bertempat di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Indramayu, dua pasang Calon bupati dan wakil bupati Indramayu Anna Sophana- Supendi (ANDI) dan Toto Sucartono-Rasta Wiguna (TORA) pada 26 Agustus 2015 telah mengikuti acara tahapan Pemilukada Indramayu yakni Pengambilan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Indramayu 2015. Dua pasang calon bupati dan wakil bupati tersebut dihadiri oleh massa pendukung masing-masing calon baik dari partai pendukung maupun masyarakat Indramayu.
Pasangan tersebut diperkenankan memilih amplop tertutup dengan hasil  Pasangan Toto Sucartono-Rasta Wiguna mendapatkan nomor urut 2 sedangkan pasangan Anna Sophana-Supendi mendapatkan nomor urut 1.  SElanjutnya Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Indramayu menetapkan pasangan ANDI sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Indramayu dengan nomor urut 1 dan pasangan TORA sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Indramayu dengan nomor urut 2                  

Jumat, 14 Agustus 2015

Geliat Kecamatan Pasekan Indramayu

Kecamatan Pasekan Indramayu yang merupakan kecamatan paling bungsu di Indramayu yang letaknya di utara kota Indramayu ternyata adalah kecamatan yang tak mau ketinggalan dengan kecamatan lainnya.
Camat Udin Casudin, SE yang baru menduduki posnya pada Maret 2015 lalu langsung bekerja keras untuk kemajuan Indramayu khususnya di Kecamatan Pasekan . Udi Casudin langsung saja mengadakan pengenalan wilayah sosial masyarakat dengan mengadakan tarawih keliling setiap mushola di desa-desa Kecamatan Pasekan. Camat Udin Casudin pun tak hanya melakukan silaturahmi dengan masyarakat tetapi juga turut berpartisipasi dalam pendidikan Indramayu dengan slalu memperhatikan anak-anak yatim piatu yang cukup lumayan jumlahnya di Kecamatan Pasekan.
Jelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 tahun 2015 ini pun Kecamatan Pasekan semakin tampak menunjukan semangat bagi warga kecamatan Pasekan. Mementum Hari Kemerdekaan ini dimanfaatkan untuk peningkatan persatuan dan kesatuan warga dengan menyelenggarakan berbagai aktifitas perayaan kemerdekaan. Tercatan berbagai kegiatan seperti Tumpeng Kemerdekaan (13-8-15), Tarik Tambang antar desa (13-815), Gerak Jalan Santai (14-815) dan lomba lainnya sampai melaksanakan Upacara Kemerdekaan 17-8-2015 di Halaman Kantor Kecamatan Pasekan.
Camat Udin Casudin  yang cepat dikenal oleh warga Pasekan ini merupakan camat yang diharapkan oleh warga karena dikenal ramah dan selalu memperhatikan warga di 6 desa  yang ada di kecamatan Pasekan. (rg bagus)


Selasa, 11 Agustus 2015

Hj Anna Shopanah Tokoh Indramayu yang Membawa Kabupaten Indramayu Semakin Maju Pesat Membuat Bangga Masyarakat Indramayu.

Visi Indramayu Remaja hasil karya besar Dr Irianto MS Syafiuddin yang telah dirasakan masyarakat Indramayu memcapai kemajuan pesat dari  ketertinggalan Kabupaten Indramayu sbelum tahun 2000 telah dirasakan oleh seluruh masyarakat. Kemajuan yang sangat berarti bagi Kabupaten Indramayu ketika dipimpin selama 10 tahun oleh Bupati Irianto MS Syafiuddin kala itu sampai dengan 2010 telah pula di lanjutkan dengan sangat  baik untuk   menjaga Indramayu Remaja itu agar tetap terus maju oleh Hj. Anna Shopanah ini. Hj Anna Shopanah,

Bupati Indramayu, dan Wakilnya , Drs. H Supendi yang melanjutkan kepemimpinan Dr.Irianto, MS Syafiuddin sampai dengan 2015 ini semakin menambah pesona Indramayu dibidang pembangunan baik fisik maupun spiritual. Dimana-mana di pelosok Inramayu telah banyak dibangun infrastruktur transportasi jalan, pendidikan , kesehatan serta perekonomian.

Rakyat Indramayu tentu tidak saja merasa berterima kasih atas hasil kiprah Hj Anna Shopanah selama 5 tahun berselang kemarin , tetapi juga merasa bangga memiliki pemimpin yang tepat dan memberi manfaat bagi rakyat Indramayu.  Atas dasar ini sangat penting artinya kelangsungan pembangunan Kabupaten Indramayu agar semakin jaya. Kehadiran Hj. Anna Shopanah dan Drs H Supendi maju kembali sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Indramayu periode 2015-2020 adalah sesuatu yang dinanti nanti rakyat. (rg bagus warsono)



Selasa, 04 Agustus 2015

7 Kabupaten / Kota di Jawa Barat Ikuti Pilkada Serentak

Kabupaten Cianjur

1. Deni Sunarya-dr Zaini Hamzah

2. dr Suranto-Aldwin Rahadian

3. Irvan Rivalno Mochtar-Herman Suherman

Kabupaten Bandung

1. Sofyan Yahya-Agus Yasmin

2. Dadang M Naser-Gungun Gunawan

3. Decky Fajar-Doni Mulyana Kurnia

Kabupaten Karawang

1. Saan Mustopa-Iman Soemantri

2. Nanan Taryana-Asep Gustian

3. Daday Hudaya-Edy Yusuf

4. Akhmad Marjuki-TB Dedy Suwandi Gumelar

5. Cellica Nurrachadiana-Ahmad Zamakhsari

6. Nace Permana-Yenih

Kabupaten Sukabumi

1. Marwan Hamami-Adjo Sardjono

2. Totong Suparman-Murtadho Tafrihan

3. Akhmad Jajuli-Iman Adinugraha

Kota Depok

1. Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi

2. Idris Abdul Somad-Pradi Supriatna

Kabupaten Pangandaran

1. Jeje Wiradinata-Adang Hadari

2. Azizah Talita Dewi-Sulaksana

3. Ino Darsono-Erwin M Thamrin

Kabupaten Indramayu

1. Toto Sucartono-Rasta Wiguna

2. Anna Sophanah-Supendi

Jumat, 31 Juli 2015

Bahasa Sunda Parean

Sunda Parean (Kec. Kandanghaur, Indramayu)
Sampai dengan tahun 1980-an, masyarakat tua di Kecamatan Lelea, Indramayu, masih menggunakan bahasa sehari-hari yang beda dengan masyarakat Indramayu pada umumnya. Masyarakat di sana kala itu menyebutkan bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa Sunda abad ke-14. Pada abad tersebut wilayah Indramayu merupakan bagian dari Kerajaan Sunda Galuh, Ketika datang Adipati Wiralodra dari Bagelen, Mataram. Dermaga Pelabuhan Muara Cimanuk direnovasi. Sang Adipati Wiralodra membawa banyak tenaga kerja dari Jawa. Mereka beranak-pinak di wilayah pantura dan membentuk bahasa campuran, yang kini dikenal sebagai Bahasa Cirebon dialek Indramayuan atau disebut Bahasa Dermayon, hanya Lelea yang bertahan dengan bahasa yang mereka sebut sebagai Bahasa Sunda. Desa Lelea kini masuk ke wilayah Kecamatan Lelea, dulu Kecamatan Kandanghaur Girang.Berikut contoh ragam percakapan Bahasa Sunda Parean - Sunda Lea yang ada di Kabupaten Indramayu.

“Punten. Cakana boga kotok bibit? Caang tah poek? Kami aya perlu. Kami ndak nanya ka anak kita, daek tah hente? Diterima tah hente? Kami mawa jago ndak nganjang. Mun diterima, ie serena. Esina aya gambir, bako, sere jeng lainna. Ngges ente lila, kami ndak goyang, panglamaran diterima mah. Sejen poe, kami ndak nentuken waktu, jeng nentuken poe kawinna.”
artinya dalam Bahasa Indonesia
“Katanya punya anak gadis? Sudah punya pasangan belum? Saya ada perlu. Saya hendak bertanya kepada anak saudara, diterima atau tidak? Saya membawa jago hendak melamar. Kalau diterima, ini sirihnya. Isinya ada gambir, tembakau, sirih, dan lainnya. Sudah ya, saya tidak lama-lama, saya hendak pulang, kalau lamaran diterima mah. Lain hari, saya hendak menentukan waktu dan menentukan hari perkawinan.”
Penjelasan :

Ada nuansa yang terasa asing pada penggunaan bahasa Sunda seperti di atas. Bahasa yang digunakan mayoritas penduduk di Jawa Barat itu, di Indramayu seperti terjadi distorsi dan akulturasi dengan bahasa daerah lainnya (Cirebon/Indramayu dan Melayu-Betawi). Bahasa Sunda yang khas itu sudah berabad-abad digunakan, yakni di Desa Parean Girang, Bulak, dan Ilir Kecamatan Kandanghaur, serta Desa Lelea dan pemekarannya, Tamansari Kecamatan Lelea. Masyarakat mengenalnya sebagai bahasa Sunda-Parean dan Sunda-Lea.

Kosakata asing dalam bahasa Sunda bermunculan pada kalimat di atas, seperti kami, kita, goyang. Sepintas kosakata tersebut seperti kata serapan dari bahasa Indonesia. Setelah mengetahui artinya, ternyata bukan. Kami artinya saya, dalam arti tunggal, bukan jamak. Kita berarti saudara. Goyang mengambil serapan dari bahasa Indramayu, yang artinya pulang. Penggunaan kosakata kami merupakan pengambilan undak-usuk yang dianggap halus dibandingkan aing, meski ada yang lebih halus lagi yakni "kola".
Perbedaan Bahasa Sunda Parean dengan Bahasa Sunda Baku (dialek selatan)
Dalam percakapan sehari-hari tentu saja akan lebih banyak lagi dijumpai kata-kata atau kalimat yang asing. Keasingan itu bisa jadi akan menimbulkan kesalapahaman, bahkan pengertian yang berbeda bagi orang luar.

Contoh :

“Bini aing benang kebanjir” disangka orang luar sebagai “istri saya hanyut oleh banjir”, padahal artinya “benih padi saya hanyut kena banjir”. “Melak waluh, buahna kendi?” disangka sebagai “menanam labu, buahnya kendi?” padahal artinya, “menanam labu, buahnya mana?”
Penjelasan :

Pada Bahasa Sunda Parean "Bini" berarti Benih, sedangkan dalam Bahasa Sunda Baku "Bini" berarti Istri. begitu juga dengan kata "Kendi" yang berarti Mana?, sementara dalam bahasa Sunda Baku "Kendi" berarti "Guci / Kendi". penggunaan kata "Kendi" merupakan alkulturasi atau pengaruh budaya Cirebon-Indramayuan dari kata "Endi / Mendi / Ngendi" yang berarti "Mana?" dalam Bahasa Indonesia.

- Puji Lestari, Miranti. 2009. Penelitian : Geofrafi Dailek Bahasa Daerah Di Kecamatan Binong Kabupaten Subang Propinsi Jawa Barat (Tinjauan Fonologis Sinkronis). Bandung : Universtias Pendidikan Indonesia
^-Nurfaidah, Dedeh. 2008. Penelitian : "Basa Sunda Dialék Majalengka Di Kacamatan Sukahaji". Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia
- Permana, Merdeka. 2010. "Sunda Lelea Yang Terkatung-Katung". Bandung. Pikiran Rakyat.

(Sumber wikipedia)

Kamis, 30 Juli 2015

Profile Cabub dan Cawabub Kab. Indramayu 2015

Nama : Hj. ANNA SOPHANAH
TTL : Indramayu, 23 Oktober 1958
Agama : Islam
Alamat : Jl. Letnan Sutejo No. 20 Margadadi Indramayu
Pekerjaan : Anggota DPRD Kab. Indramayu Periode 2009 – 2014
Anggota DPRD Kab. Indramayu Periode 2009 – 2014
Organisasi : Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Indramayu Tahun 2000 – 2010.
- Ketua Dekranasda Kab. Indramayu Tahun 2000 – 2010.
- Ketua Umum FKKP/K3S Kab. Indramayu Tahun 2000 – 2010.
- Penasehat GOW Kab. Indramayu Tahun 2000 – 2010.
- Ketua DPD KPPG Kab. Indramayu Tahun 2004 – 2009.
- Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Kab. Indramayu Tahun 2004 – 2009.
Orang Tua : H. Ahmad Ajiddin dan Hj. No’anih
Suami : Dr. H. Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin
Anak :
1. Dinny Yuniarti Syafiana, SE
2. Daniel Muttaqien Syafiuddin, ST
3. Deani Iyeng Syafiana



Nama :H. SUPENDI, Msi
TTL :Indramayu, 14 Agustus 1958
Agama :Islam
Alamat :Jl. Cimanuk Barat No. 4 Sindang Indramayu
Pekerjaan :Sekretaris Daerah Kab. Indramayu
Organisasi :- Ketua DPK Korpri Indramayu Tahun 2009 – 2014.
Ketua ICMI Orda Indramayu Tahun 2009 – 2014.
Ketua Kominda Kab. Indramayu Tahun 2009 – 2014.
-Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Indramayu Tahun 2009 – 2014.
-Ketua Dewan Penasehat PC. Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI)
Kab. Indramayu Tahun 2010.
Orang Tua : Rasdin Sjarifudin (Alm) dan Hj. Jaenah
Isteri : Hj. Nani Indriyani
Anak : 1.Bagus Setiadi, SH
2.Yunita Setiani
3.Muhammad Mulya Setiawan
Hobi : Membaca, Olah raga

Daftar Nama Pengurus DPP Golkar nama-nama pengurus DPP Golkar

Berikut nama-nama pengurus DPP Golkar kubu Ical:
Ketua Umum: Aburizal Bakrie
Wakil Ketua Umum:
1. Theo L Sambuaga
2. Nurdin Halid
3. Setya Novanto
4. Sjarif Cicip Sutardjo
5. Fadel Muhammad
6. Siti Hediati Harijadi
7. Ahmadi Noor Supit
8. Ade Komaruddin
9. Aziz Syamsuddin
Ketua Harian: Mohammad Sulaeman Hidayat
Ketua Bidang-bidang DPP Golkar:
1. Organisasi: Freddy Latumahina
2. Kaderisasi: Gandung Pardiman
3. Pemenangan Pemilu Wilayah Barat: Ahmad Doli Kurnia
4. Pemenangan Pemilu Wilayah Tengah I: Indra Bambang Utoyo
5. Pemenangan Pemilu Wilayah Tengah II: Eddy Kuntadi
6. Pemenangan Pemilu Wilayah Timur: Ahmad Hidayat Mus
7. Kajian Bidang Strategis: Rizal Mallarangeng
8. Pemuda dan Olahraga: Daniel Mutaqien
9. Pemberdayaan Perempuan: Ula Nukrawati
10. Tani dan Nelayan: Firman Soebagyo
11. Kemaritiman: Muhidin M Said
12. Ketenagakerjaan: Robert Joppy Kardinal
13. Pendidikan dan Cendikiawan: Syamsul Bachri
14. Hukum dan HAM: Edison Betaubun
15. Komunikasi, Media dan Penggalangan opini: Tantowi Yahya
16. Kerohanian: Ali Yahya
17. Pariwisata, Seni dan Budaya: Nurul Arifin
18. Ekonomi: Dodi Alex Nurdin
19. Koperasi, Wiraswasta, UMKM: Wisnu Suhardono
20. Pedesaan dan Daerah Tertinggal: Taufan Eko Nugroho
21. Pengabdian Masyarakat: Harbiah Salahuddin
22. Hubungan Luar Negeri: Iris Indira Mukti
23. Kesehatan Lingkungan Hidup: Rully Chairul Azwar
24. Pertahanan dan Keamanan: George Toisutta
25. Badan Pengkajian Ideologi dan Legislasi: Ponco Sutowo
26. Desentralisasi dan Otonomi Daerah: Syahrul Yasin Limpo
27. Legislatif dan Lembaga Politik: Rambe Kamarulzaman
28. Industri dan Perdagangan: Airlangga Hartarto
29. Kesejahteraan Rakyat: Roem Kono
30. Energi dan Sumber Daya Alam: Bambang Soegono
31. Hubungan Kerja Sama Ormas: Darul Siska Said
32. Hubungan Eksekutfi dan yudikatif: Fuad Hasan Mashur
33. Ilmu Pengetauan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: Kahar Muzakir
34. Infrastruktur dan Transportasi: Suharsoyo
35. Otonomi Khusus: Clementinal
36. Penanganan Kerawanan Sosial: Deding Ishak
Sekretaris Jenderal: Idrus Marham
Wasekjen:
1. Hakim Komaruddin
2. Emanuel Blegur
3. Muspihin Dahlan
4. Bahriyun
5. Ridwan Hisjam
6. Hamka Kadi
7. I Gusti Putu Wijaya
8. Sirajudin Wahab
9. Tetty Kadi
10. Budi Suprianto
11. Muhammad Sarmudji
12. Azhar Romli
13. Zulfikar Arsye Sadikin
14. Rudi Alfonso
15. Lalu Mara Satriawangsa
16. Siti Markhamah
17. Linda Purnomo
18. Agustian B Prasetya
19. Trivena M Final
20. Nursyam
21. Hetifah
22. Mustafa Radja
23. Fatahillah Ramli
24. Fayakhun
25. Misbah Sohim Haris
26. Hafi Bone Zulkarnain
27. Erwin Aksa
28. Ferdiansyah
29. Satya Yudha
30. Rofiqul Umam
31. Octaviano
32. M Ikhsan Firdaus
33. Yayat Biaro
34. Riyono Asnan
35. Abdillah Nasir
36. Siti Aliftinah
Bendahara Umum: Bambang Soesatyo
Wakil Bendahara Umum:
1. Eka Sastra
2. Arum
3. Ariyanti Dewi
4. Dito Ganundito
5. Eni Saragih
6. M Yasir
7. Nasir Tamaram
8. Riza Panglevi Pangerang
9. Qori Sukoco
10. I Wayan Gredeg
11. Eldi Suwandi
12. Selina Gita
13. Aziz Kadir
14. Meutya Hafid
15. Ali Mochtar Ngabalin
16. Fahd A Rafiq
17. Aryadi Ahmad
18. Syamsuddin
19. Anton Sihombing
20. Epin Nurcahya Suhada
21. Dewi Yunus
22. Wihaji
23. Haris Sohar
24. Markus Naring
25. Renny Sudiro
26. Agung Bagus Hadi Mahendra Putra
27. Tony Uloly
28. Edi Herman
29. Aditya Moha
30. Riswan Toni
31. Reza Pahlevi
32. Dewi Asmara
33. Dewi Singgih
34. Feno T.

014 Pacobaning Urip

Rabu, 29 Juli 2015

Pasangan Cabub-Cawabub Hj. Anna Shopanah-Drs. H Supendi

                               Pasangan Cabub-Cawabub Hj. Anna Shopanah-Drs. H Supendi

Masuknya Drs. Supendi Tokoh Indramayu Barat Menjadikan Pasangan Andi Diyakini Sangat Kuat



Pasangan Cabub-cawabub Inramayu periode 2016-2020 Hj. Anna Shopanah-Drs. Supendi (ANDI) menambah kekuatan luar biasa dan sangat kuat pada pilkada Desember 2015 nanti. Hj Anna Shopanah adalah publik figur masyarakat Indramayu saat ini sedang Drs. Supendi Adalah Tokoh Masyarakat Indramayu Barat yang juga berpengaruh dan juga diharapkan rakyat Indramayu untuk tetap mendampingi Anna Shopanah. Pasangan yang saling mendukung satu sama lain dari berbagai aspek (serasi) ini bakal mulus melenggang tanpa tantangan berarti bagi pasangan calon lainnya. Tokoh dengan kekuatan yang saling mengisi ini akan mendapat suara mayoritas dalam pilgub Kabupaten Indramayu yang akan digelar Desember 2015 nanti. Dengan dipilihnya Drs. Supendi menjadi pasangan cawabub dari Cabub Hj Annna Shopanah disambut kegembiraan masyarakat dimana-mana. Masuknya Drs. Supendi Tokoh Indramayu Barat Menjadikan Pasangan 'Andi Diyakini Sangat Kuat. (rg.bagus warsono)


Hj. Anna Shopanah
Hasil gambar untuk drs supendi wabup indramayu
                                                                 Drs. H Supendi

Figur Tokoh Indramayu yang disukai Masyarakat : Hj. Anna Shopanah



Ingat calon bupati adalah figur. Kenyataan ini telah banyak terjadi di berbagai pilkada di beberapa daerah dewasa ini. Figur lebih dominan dibanding perolehan kursi oleh sebuah partai. Kendatipun partai tetap menjadi dasar dari sebuah pencalonan bupati/walikota, atau partai membawa figur semakin kokoh dan tak lepas dari kepartaiannya. Meski Hj Anna Shopanah adalah Bupati Indramayu dan incamben pada pilkada 2015 di kabupaten Indramayu , masyarakat tetap menganggap Hj. Anna Shopanah sebagai figur publik masyarakat Indramayu yang belum ada bandingnya di Indramayu.
Tokoh partai Golkar ini menjadi semakin menjadi idola dan tempat tumpuan harapan masyarakat Indramayu dikarenakan setelah dirasakan memimpin kabupaten Imdramayu dengan mulus dan penuh prestasi baik bidang fisik pembangunan, sosial maupun spiritual. Dari melihat prstasi yang bagus ini masyarakat merasakan peningkatan taraf hidup serta ketentraman dalam keseharian kehidupan di Indramayu. Karena itulah disetiap pelosok desa muncul menyuarakan agar Hj. Anna Shopanah diminta kembali menjadi Bupati Indramayu periode 2016-2020. (rg bagus warsono)

Selasa, 30 Juni 2015

Ke Toll Cikopo - Palimanan, Interchange Kertajati

Hasil gambar untuk toll cikopo-palimanan

Lewat Pintu Tol Cikedung bila Indramayu masuk Toll Cikopo Palimanan

Hasil gambar untuk toll cikopo-palimanan

Hasil gambar untuk toll cikopo-palimanan

Hasil gambar untuk toll cikopo-palimanan

Toll Cikopo-Palimanan , Indramayu masuk toll lewat pintu toll kertajati atau Cikedung



Hasil gambar untuk toll cikopo-palimanan

Hasil gambar untuk toll cikopo-palimanan

Tokoh Perempuan Unggul di Indramayu yang Terlupakan

1. Hj Umamah
Aku mencatat beberapa wanita unggul di Indramayu. Salah satunya adalah Hj Umamah, anggota veteran pejuang kemerdekaan yang masih hidup dan kini tengah terbaring sakit. Usianya 80 tahun. Suaminya juga seorang pejuang yang juga meninggal saat perang kemerdekaan. Hj Umamah adalah anggota veteran bukan karena menggantikan suami tetapi ia adalah petugas Palang Merah Indonesia kala itu. Ia adalah salah satu sisa saksi perjuangan kemerdekaan yang masih hidup. sayang kini sudah pikun dan dalam keadaan sakit. Jika memang pemerintah Indramayu peduli terhadap sejarah perjuangan nasional di daerahnya, maka sudah sewajarnya Ia diberi penghargaan yang layak . Hj Umamah kini tinggal di Sindang jalan Wiralodra.

2.Hj. Ratimah
Wanita Unggul yang lain adalah Hj Ratimah, seorang pensiunan guru yang teguh memegang idealis pendidikan. Ia mudur sebagai Kepala Sekolah dan memilih lebih baik pensiun ketimbang menghadapi ketidak-cocokan dengan jiwanya sebagai pendidik sejati. Terakhir 2004 ia Kepala sekolah di SDN Kepandean I. Sebagai seorang guru yang berprestasi adalah teladan jua bagi keluarganya, pilihannya untuk pensiun dini adalah pendiriannya terhadap pendidikan. Ia membawa ruh pendidikan di Indramayu. Baginya tidak ada yang perlu ditakuti dalam menjalankan tugasnya memuliakan masyarakat. Pendidikan harus sejalan dengan jiwa pendidikan itu. Hj. Ratimah bersama suaminya, A Kosim, adalah sosok tokoh pendidikandi Indramayu yang perlu dicatat sebagai seorang pengemban jiwa pendidikan yang sejati.

3. Hj. Yati Tarka Sumantri
Wanita unggul yang lain adalah Ibu Yati (62th). Adalah seorang mantan pejuang penggerak program Keluarga Berencana di Indramayu khususnya di Kec. Kandanghaur dan Bongas. Ibu Yati muda doeloe tergerak hatinya dengan iklas tanpa pamrih untuk memasyarakatkan program Keluarga Berencana kala itu. Ia melihat program KB adalah salah satu faktor utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasilnya masyarakat desa di dua kecamatan ini menjadi sadar akan pentingnya Keluarga Berencana sampai saat ini. Ibu Yati adalah istri exs pemain sepakbola Pesindra yaitu seorang penjaga gawang terkenal yang bernama Takok (Tarka Sumantri) yang juga adalah seorang guru sekolah dasar.Ibu Yati yang bukan pegawai negeri atau bukan pegawai desa ini lebih dikenal masyarakat dalam gerakan Keluarga Berencana Nasional ketimbang pegawai yang berkerja di bidang keluarga berencana saat itu. Ibu Yati kini tingal di Jl. Kalen Haji , Desa Dermayu Kec. Sindang.

Jumat, 19 Juni 2015

Bebasnya Yance Clear dan Enggak Ada Kesalahan , Keterangan Resmi Jaksa Agung

RMOL. Jaksa Agung HM Prasetyo memastikan tidak ada kesalahan yang dilakukan anak buahnya dalam putusan bebas Mantan Bupati Indramayu, Irianto MS Syafiuddin alias Yance, oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bandung.

Bahkan atas putusan itu, Kejaksaan Agung lalu melakukan eksaminasi atas dakwaan serta tuntutan yang dibuat Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Prasetyo menegaskan, tidak ada kesalahan yang dilakukan penyidik maupun JPU pada Kejagung yang menangani perkara ini. Justru, yang terjadi adalah adanya perbedaan pendapat antara JPU dengan Majelis Hakim Tipikor Bandung sehingga Yance yang terbelit kasus dugaan korupsi pengadaan tanah proyek pembangunan PLTU Sumur Adem, Kecamatan Sukra, Indramayu tahun 2006 hingga 2007 itu dinyatakan tak bersalah dan divonis bebas.

"Hasilnya clear, enggak ada kesalahan dan kekurangan jaksanya," ungkap Prasetyo di Kantornya, Jumat (19/6).

Yance, politisi Golkar diketahui dituntut oleh JPU pada Kejagung dengan penjara 1,5 tahun dan denda Rp200 juta. Oleh Majelis Hakim Tipikor Bandung yang diketuai Marudut Bakara, Yance divonis bebas karena dakwaan primer dan subsidair JPU tak terbukti. [sam]

The and

The and