Tampilkan postingan dengan label Tokoh P Golkar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh P Golkar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Januari 2018

H. Dedi Mulyadi, S.H.

H. Dedi Mulyadi, S.H. (lahir di Sukasari, Subang, 11 April 1971; umur 46 tahun) adalah Bupati Purwakarta petahana. Ia dilantik pada tanggal 13 Maret 2008. Sebelum jadi Bupati, Dedi Mulyadi menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dan menjadi Wakil Bupati Purwakarta pada periode (2003-2008) bersama Lily Hambali Hasan. Pada Pilkada 2013, Dedi Mulyadi terpilih kembali menjadi Bupati Purwakarta untuk periode 2013-2018 berpasangan dengan Dadan Koswara.

Pada 23 April 2016, Dedi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Periode 2016 - 2020 menggantikan Irianto MS Syafiuddin atau biasa yang dikenal dengan nama Yance.

Dedi Mulyadi lahir di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Dia merupakan putra bungsu dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Sahlin Ahmad Suryana merupakan pensiunan Tentara Prajurit Kader sejak usia 28 tahun akibat sakit yang diderita sebagai dampak racun mata-mata kolonial. Ibunya, Karsiti yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah adalah aktivis Palang Merah Indonesia. Dia sering membantu ibunya mengembala domba dan berladang.

Dedi menikah dengan Hj. Anne Ratna Mustika (Mantan Mojang Purwakarta yang juga keponakan dari Drs. H. Bunyamin Dudih, S.H., Bupati Purwakarta Periode 1993-2003). Dedi dikaruniai 2 orang anak yaitu Maulana Akbar Ahmad Habibie dan Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip.

Dedi Mulyadi terjun ke dunia politik dimulai ketika ia terpilih menjadi Anggota DPRD Purwakarta pada Periode 1999-2004 dan menjabat sebagai Ketua Komisi E. Akan tetapi pada tahun 2003, ia terpilih sebagai Wakil Bupati Purwakarta Periode 2003-2008 berpasangan dengan Lily Hambali Hasan. Pada tahun 2008, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta Periode 2008-2013 berpasangan dengan Dudung B. Supardi, dan menjadi Bupati Purwakarta pertama yang dipilih langsung oleh rakyat. Pada periode selanjutnya, ia terpilih kembali menjadi Bupati Purwakarta Periode 2013-2018 berpasangan dengan Dadan Koswara. Pada 23 April 2016, Dedi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Periode 2016 - 2020 menggantikan Irianto MS Syafiuddin atau biasa yang dikenal dengan nama Yance.

Jabatan yg pernah diduduki Dedi Mulyadi adalah Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta, Senat Mahasiswa STH Purnawarman Purwakarta (1994), Wakil Ketua DPC FSPSI (1997), Sekretaris PP SPTSK KSPSI (1998), Wakil Ketua GM FKPPI Tahun (2002), Ketua PC Pemuda Muslimin Indonesia (2002), Sekretaris KAHMI Purwakarta (2002), Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Purwakarta (2005-2015), Wakil Bupati Purwakarta (2003-2008) dan Ketua DPC Partai Golkar Purwakarta (2004-2007) Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (2016-2019).

Dedi Mulyadi menempuh masa SD hingga SMA di kota kelahirannya, Subang. Mulai dari SD Subakti (1984), SMP Kalijati (1987), dan SMA Negeri Purwadadi (1990). Selanjutnya pendidikan tingginya diselesaikan di Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman Purwakarta dengan meraih gelar Sarjana Hukum (1999).

Dedi Mulyadi membuat kebijakan dengan larangan berpacaran atau bertamu di atas jam 9 malam. Bagi pelanggar, atau masyarakat yang tidak patuh terhadap aturan tersebut, akan dihukum secara adat. Misalnya dengan diusir dari desanya dalam beberapa bulan, atau membayar denda dengan nominal yang ditentukan. Selain itu, akan dipasang juga kamera pengintai CCTV di setiap perbatasan desa. Sehingga peraturan tersebut dapat terealisasi dengan baik.

Kepala Desa Cilandak, Dadan Jakaria sudah mendahului dengan cara membuat portal di semua jalan dan gang desa. Jika ada tamu yang waktu kunjung pacar, KTP, kartu mahasiswa, dan pelajarnya ditahan. Jika sudah lewat pukul 21.00, pihak lelaki diusir.

Menurut Dedi, realisasi kebijakan ini nantinya di setiap desa atau kelurahan yang ada di Purwakarta, akan dibentuk kelompok yang bernama Badega Lembur bertugas melakukan pengawasan. Kebijakan itu akan digulirkan paling lambat pada bulan Oktober 2015. Menurutnya, aturan ini dilakukan sebagai antisipasi untuk menjaga akhlak para remaja, sehingga bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.[3] Juga memungkinkan untuk menindak dengan mengkawinkan paksa.

Kebijakan lainnya yang cukup menimbulkan kontroversi di kalangan pengusaha kecil adalah larangan usaha "online game" dan PlayStation. Semua warnet (warung internet) yang ada di Purwakarta dilarang menyediakan layanan "online game", dengan alasan berdampak pada sifat dan karakter anak/pelajar yang cenderung berperilaku negatif, namun tetap dapat dilakukan di rumah.

Kamis, 24 Maret 2016

Wajah

Alam Sukma Jaya

Selasa, 15 Desember 2015

Prof Dr Suhardiman

 Prof Dr Suhardiman, pendiri Soksi meninggal dunia malam ini. Dari informasi yang diterima merdeka.com, Suhardiman meninggal dunia pada 21.15 WIB di kediamannya di Jalan Kramat Batu No 1 Cipete, Jakarta Selatan. Suhardiman meninggal karena sakit.

Meninggalnya Suhardiman ini juga dibenarkan oleh politisi Golkar Indra J Piliang. "Innalillahi wa'inna ilahi toji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Prof Dr Suhardiman, pendiri SOKSI. Semoga khusnul khotimah...," tulis Indra di akun Twitter-nya yang dikutip merdeka.com, (Minggu (13/12).

Pria yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 16 Desember 1924 ini adalah tokoh politik yang telah melewati 5 masa kepemimpinan Indonesia (zaman Hindia Belanda, zaman Jepang, presiden Sukarno, presiden Soeharto, dan masa reformasi). Suhardiman kerap disebut sebagai dukun politik karena intuisinya sangat kuat dalam memprediksi peristiwa politik terutama dalam konteks suksesi kepemimpinan.

Semasa hidup, Suhardiman juga turut mewarnai perjalanan politik Indonesia bersama dengan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), yang awalnya dia dirikan untuk membendung penyebaran paham komunisme oleh PKI. Dalam perjalanannya, SOKSI menjadi salah satu ormas yang melahirkan Partai Golkar dan menjadi tempat pengkaderan para pemimpin bangsa.

Pendapat Prof Suhardiman kerap diminta sejumlah media terutama mengenai suksesi kepemimpinan di negeri ini karena intuisi politiknya sangat kuat dalam memprediksi calon-calon pemimpin masa depan. Hal ini lah yang membuatnya sering dijuluki 'dukun politik'.

Prof Suhardiman yakin dengan teori keajegan dan ramalan Jawa kuno yang menyebutkan, sejarah akan berulang kembali (historia se repete). Setiap 7 abad bangsa di nusantara akan menunjukkan kejayaannya. Pada abad ke-7 nenek moyang kita telah mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan kerajaan Sriwijaya. Tujuh abad kemudian, yaitu abad ke-14, kita temukan lagi masa kejayaan yang ke-2, yaitu Majapahit. Saat ini kita sedang menuju kejayaan ke-3 pada abad ke-21 ini, 7 abad setelah Majapahit. Puncak masa kejayaan itu diperkirakan terjadi pada tahun 2045 atau 1 abad (100 tahun) setelah kemerdekaan, 1945.

Atas berbagai pengabdiannya, Suhardiman dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra dan lebih 17 bintang penghargaan lainnya. Universitas Muhammadiyah Medan mengangkatnya sebagai guru besar. Masyarakat Simalungun memberinya marga Saragih saat dia menjabat anggota DPR mewakili Sumatera Utara hasil Pemilu 1982.

Kamis, 28 Mei 2015

Hutomo Mandala Putra


Hutomo Mandala Putra (lahir pada tahun 1962; lebih dikenal dengan nama Tommy Soeharto) adalah putra mantan Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto.

Tommy menikah dengan Ardhia Pramesti Regita Cahyani ("Tata") pada tahun 1997. Dari pernikahan tersebut pasangan ini memperoleh dua anak: Dharma Mangkuluhur dan Gayanti Hutami. Tata dan Tommy resmi bercerai pada September 2006.
Tommy Juga Seorang Pecinta Dan Pelaku sekaligus Tokoh Otomotif Indonesia, Pernah menjadi Pereli dan Ketua UMUM IMI Pusat 2 Periode. Tommy Soeharto lah yang memprakarsai Rally Dunia (WRC) Masuk di Indonesia (Medan 1996 dan 1997)

Kamis, 02 April 2015

Tommy Soeharto


Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) adalah juga tokoh dan  kader P Golkar  yang slalu dinanti kehadirannya di Golkar.

Minggu, 15 Maret 2015

BUPATI Hj ANA SOPHANAH CANTIK DAN CERDAS, RAKYAT INDRAMAYU MENGHARAP UNTUK BU Hj ANAH SHOPANAH MAJU KEMBALI PADA PILBUB INDRAMAYU 2015

Keberhasilan Bu Hj. Ana Sophanah memimpin Indramayu dengan membangun dan banyak prestasi ini membuat masyarakat menghendaki Bu Hj. Anah Sophanah kembali maju dalam ajang pilkada 2015 dalam pilbub Kab. Indramayu.
Ternyata kepemimpinan Bupati Indramayu yang terkenal cantik dan cerdas ini telah banyak dirasakan masyarakat Indramayu. Selama kepemimpinan Hj. Ana sophanah masyarakat merasakan kehidupan aman nyaman dan memiliki semangat bekerja dan berkreatifitas. (rg bagus warsono)

Senin, 28 April 2014

Akbar Tandjung

Akbar Tanjung
Akbar Tandjung
Profesi : -
Agama : Islam
Tempat Lahir : Sibolga, Sumatera Utara
Tanggal Lahir : Selasa, 14 Agustus 1945
Zodiac : Leo
Warga Negara : Indonesia

Istri : Dra. Krisnina Maharani, MSi
Anak : Fitri KrisnawatiKarmia KrissantyTriana KrisandiniSekar Krisnauli
Akbar Tanjung merupakan salah satu politikus besar di Indonesia. Ia mempunyai perjalanan karir politik yang gemilang bersama Partai Golkar. Sebagai bukti, salah satu titik puncak karir politik Akbar Tanjung adalah ketika ia menduduki kursi ketua DPR RI pada era Pemerintahan Megawati Soekarno Putri. Akbar Tanjung menjabat selama periode  1999-2004.

Akbar Tanjung lahir di Sibolga, Sumatera Utara pada tanggal 14 Agustus 1945. Dimassa kecilnya ia bersekolah di SR (Sekolah Rakyat) Muhammadiyah,Sorkam, Tapanuli Tengah dan di SR Nasrani, Medan.  Kemudian ia pindah ke Jakarta. Di kota inilah ia menamatkan pendidikan SMP dan SMA nya. Akbar Tanjung bersekolah di SMP Perguruan Cikini dan SMA Kanisius. Berlanjut ke jenjang perkuliahan, ia memilih berkuliah di Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

Masa muda Akbar Tanjung dihabiskan dengan mengikuti kegiatan keorganisasian. Di Universitas Indonesia, ia terpilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik pada tahun 1967-1968. Kegiatan keorganisasian lain di dalam kampus yang diikutinya antara lain menjadi anggota Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Indonesia. Selain aktivitas keorganisasian di dalam kampus, Akbar Tanjung juga aktif ikut serta sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).  Pada tahun 1973, ia ikut mendirikan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), bahkan pada tahun 1978-1981 ia menduduki posisi sebagai Ketua Umum DPP KNPI.

Kehidupan Akbar Tanjung yang tak pernah lepas dari dunia keorganisasian membuat langkahnya mantap untuk masuk ke dalam dunia politik. Akbar Tanjung memilih Partai Golkar sebagai naungan. Karir politik Akbar Tanjung di Partai Golkar tergolong gemilang. Pada Tahun 1983 sampai 1988 ia diberi kepercayaan menduduki posisi Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar.

Lalu pada 1998 sampai 2004 dia menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar. Hingga pada tahun 1999, pria yang sempat menjabat sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, pada Kabinet Pembangunan V ini dilantik sebagai Ketua DPR RI.


Untuk saat ini, kegiatan suami dari Krisnina Maharani dan bapak dari empat anak yaitu Fitri Krisnawati, Karmia Krissanty, Triana Krisandini, dan Sekar Krisnauli adalah menjalankan tugas sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Pusat.

PENDIDIKAN
  • SR Muhammadiyah,Sorkam, Tapanuli Tengah
  • SR Nasrani, Medan
  • SMP Perguruan Cikini, Jakarta
  • SMA Kanisius, Jakarta
  • Perguruan Tinggi Fakultas Teknik Universitas Indonesia
KARIR
  • Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga, Kabinet Pembangunan V (1988-1993)
  • Menteri Negara Perumahan Rakyat, Kabinet Pembangunan VI (1993-1998)
  • Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukiman (1998)
  • Menteri Sekretaris Negara, Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)
  • Anggota FKP DPR RI Mewakili Propinsi Jawa Timur (1977 -1988)
  • Wakil Sekretaris FKP DPR RI (1982-1983)
  • Sekretaris FKP-MPR RI, Anggota Badan Pekerja MPR RI (1987-1992)
  • Sekretaris FKP MPR RI, Anggota Badan Pekerja MPR RI (1992-1997)
  • Wakil Ketua FKP MPR RI (1997-1998)
  • Wakil Ketua Fraksi FKP MPR RI, Wakil Ketua PAH II Badan Pekerja MPR RI (1997 -1999)
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI (1999-2004)
  • President of AIPO (Asean Inter Parliamentary Organization) (2002 -2003)
  • President of PUOICM (Parliamentary Union of OIC Members) (2003 -2004)
PENGHARGAAN
  • Bintang Mahaputra Adi Pradana dari Pemerintah Republik Indonesia (1992)
  • Kruis in de Orde van Oranje-Nassau dari Pemerintah Kerajaan Belanda (1996)
  • Bintang Republik Indonesia dari Pemerintah Republik Indonesia (1998)
SOCIAL MEDIA
http://www.akbartandjunginstitute.org/

The and

The and