Kamis, 09 November 2017

Ridwan Kamil Profil

H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T, M.U.D.  lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 Oktober 1971; umur 46 tahun) adalah Wali Kota Bandung periode 2013-2018. Sebelum menjadi pejabat publik, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini memiliki karier sebagai seorang arsitek dan dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung. Emil merupakan putra dari pasangan Atje Misbach Muhjiddin dan Tjutju Sukaesih. Pada tahun 2013 Emil yang dari kalangan profesional dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra sebagai wali kota Bandung dengan didampingi oleh Oded Muhammad Danial sebagai calon wakil wali kota. Dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung pada 28 Juni 2013, pasangan ini unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih 45,24% suara sehingga Pasangan Ridwan Kamil dan Oded Muhammad Danial ditetapkan menjadi pemenang dalam Pemilihan umum Wali Kota Bandung 2013.

Setelah lulus S-2 dari University of California, Berkeley, Ridwan Kamil melanjutkan pekerjaan profesional sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat. Sebelumnya Ridwan Kamil memulai karier bekerjanya di Amerika sesaat setelah lulus S-1, akan tetapi hanya berkisar empat bulan ia pun berhenti kerja karena terkena dampak krisis moneter yang melanda Indonesia saat itu. Tidak langsung pulang ke Indonesia, dia bertahan di Amerika sebelum akhirnya mendapat beasiswa di University of California, Berkeley. Selagi mengambil S-2 di Universitas tersebut Ridwan Kamil bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley. Pada tahun 2002 Ridwan Kamil pulang ke tanah kelahirannya Indonesia dan dua tahun kemudian mendirikan Urbane, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain. Kini Ridwan Kamil aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung[1], serta Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco), dan SAA (Singapura).

Urbane adalah perusahaan yang didirikan oleh Ridwan Kamil pada tahun 2004 bersama teman-temannya seperti Achmad D. Tardiyana, Reza Nurtjahja dan Irvan W. Darwis. Reputasi Internasional sudah mereka bangun dengan mengerjakan projek-projek di luar Indonesia seperti Syria Al-Noor Ecopolis di negara Syria dan Suzhou Financial District di China. Tim Urbane sendiri terdiri dari para profesional muda yang kreatif dan berpikir idealis untuk mencari dan menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan. Urbane juga memiliki projek berbasis komunitas dalam Urbane Projek Komunitas di mana visi dan misinya adalah membantu orang-orang dalam sebuah komunitas perkotaan untuk memberikan donasi dan keahlian-keahlian dalam meningkatkan daerah sekitarnya.

Urbane telah banyak dianugerahi penghargaan-penghargaan dari media internasional seperti BCI Asia Awards tiga tahun berturut-turut pada tahun 2008, 2009 dan 2010 dan juga BCI Green Award pada tahun 2009 atas projek desain Rumah Botol (dari botol bekas). Urbane juga sering mengikuti kompetisi di bidang desian arsitektur tingkat nasional seperti Juara 1 kompetisi desain Museum Tsunami di Nangro Aceh Darrussalam tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain kampus 1 Universitas Tarumanegara tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia tahun 2009, juara 1 kompetisi desain Sanggar Nagari di Kota Baru Parahyangan di Kabupaten Bandung Barat dan juara 1 kompetisi desain Pusat Seni dan Sekolah Seni di Universitas Indonesia tahun 2009.
Hasil-hasil karya Urbane:
Universitas Tarumanegara Kampus 1, Jakarta (2005)
Mesjid Agung Sumatra Barat, Mahligai Minang (2006)
Paramount Lakes Gading Serpong, (2006)
Gramedia Expo Surabaya (2006)
Masjid Cibubur, Bogor (2007)
Bintaro X-Change, Tangerang (2007)
Kota Jababeka Remasterplan, Cikarang (2007)
Kampus UMN, Serpong (2007)
Area 24, Jakarta (2007)
Hotel Santika Premiere, Medan (2007)
Jembatan Westdrain Ancol, Jakarta (2007)
Kuningan City, Jakarta (2007)
Bottle House (Rumah Botol), Bandung (2008)
Paramount Gateaway, Serpong (2008)
Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, Kab. Bandung Barat (2008)
Springhill Royal Residences, Jakarta (2008)
Kantor BUMN, Jakarta (2008)
The Convergence, Jakarta (2008)
Rusunami Sentra Timur, Cakung (2008)
Pusat Kesenian dan Kebudayaan Universitas Indonesia, Depok (2009)
The Magix Box, Fakultas Seni Budaya Universitas Indonesia (2009)
Medan Focal Point, Medan (2009)
Museum Taufik Hidayat, Jakarta (2009)
Masjid Semarang, Semarang (2010)
Masjid Suramadu, Madura (2010)
Masjid Gegerkalong, Bandung (2010)
Museum Tsunami Aceh-Rumoh Aceh, NAD (2010)
Harris Hotel Bogor, Bogor (2011)
Masjid Antapani, Bandung (2011)
Heteropia Office Tower, Jakarta (2011)
Kantor Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Jakarta (2012)
Allium Tangerang Hotel, Banten (2011)
Hotel Horison Ultima, Purwokerto (2011)
Hotel Tijili Seminyak, Bali (2011)
18 Office Park, Jakarta (2011)
Discovery World Taman Mini Indonesia Indah, Cibubur, Bogor (2011)
United Tractors office, Bekasi (2012)
LKPP Office, Jakarta (2012)
Bank Saudara Office, Bandung (2012)
Essence Apartment, Jakarta (2012)
Kirana Two, Jakarta (2012)
Senayan Aquatic Stadium, Jakarta (2012)
Masjid Al-Azhar, Summarecon, Bekasi (2013)
Masjid Emerald Bintaro, Tangerang (2013)
Sosial dan Komunitas.
Taman Bermain Babakan Asih Kopo Bandung. Ini adalah program perbaikan kampung dengan cara membeli sepetak tanah untuk menjadi taman bermain anak dan kegiatan lomba mewarnai dinding kampung dengan gambar-gambar kreatif.
Komunitas Bandung Berkebun. Kegiatan ini adalah cara warga Bandung memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk dihijaukan oleh tanaman pertanian seperti sayur-sayuran. Lokasi kebun-kebun ini juga menjadi ruang sosial sebagai alternatif akhir pekan bagi anak-anak. Hasil panen sebagian di jual untuk penghasilan tambahan anggota komunitas.
Gerakan indonesia Bersepeda (Bike Bdg). Kegiatan ini memberikan pilihan kepada warga kota bandung untuk beraktifitas sehari-hari dengan sepeda sewa (Bike Sharing).
Deklarasi Babakan Siliwangi sebagai Hutan Kota Dunia PBB.
Arsitektur.
Bandung Creative Park Project : Taman Cikapayang Dago
Masjid Merapi, merupakan proyek sosial yang menggunakan abu letusan gunung merapi dikonversi menjadi batako.
Rumah Gempa Padang, Proyek sosial ini merupakan pembangunan rumah-rumah tahan gempa dengan material kayu dan bambu lokal.
Lampu Botol (Walking Brain).
Bottle House, rumah yang dirancang dengan konsep ‘courtyard house’ dibangun dengan lebih dari 30000 botol bekas.
Museum Tsunami Aceh. Museum ini merupakan hasil desain karya sayembara pada tahun 2007 untuk memperingati musibah Tsunami
Ridwan Kamil juga Ridwan Kamil tampil sebagai cameo dalam beberapa produksi film dan televisi, khususnya yang ber-setting di kota Bandung. Penampilannya antara lain adalah di sinetron serial Preman Pensiun serta film The Wedding & Bebek Betutu dan film Total Chaos.
Pendidikan : 
SDN Banjarsari III Bandung 1978-1984
SMP Negeri 2 Bandung 1984-1987
SMA Negeri 3 Bandung 1987-1990
Sarjana S-1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung 1990-1995
Master of Urban Design University of California, Berkeley 1999-2001
Informasi pribadi
Lahir Mochamad Ridwan Kamil
4 Oktober 1971 (umur 46)
Bendera Indonesia Bandung, Jawa Barat
Kebangsaan Indonesia
Suami/istri Atalia Praratya Kamil
Relasi Atje Misbach Muhjiddin (ayah)
Tjutju Sukaesih (ibu)
Ifa Hanifah Misbach (adik)
Anak Emmiril Khan Mumtadz, Camillia Laetitia Azzahra
Alma mater Institut Teknologi Bandung
University of California, Berkeley
Pekerjaan Arsitek
Entrepreneur
Dosen
Aktivis
Politisi
Agama Islam


Deklarasi Ridwan Kamil - Daniel Mutaqien Pasangan Cagub dan Cawagub Jabar

Tepat pukul 15.45 WIB DPP P. Golkar resmi mendeklarasikan pasangan Calon gubernur danCalon Wakil Gubernur Jawa Barat , Ridwan Kamil- Daniel Mutaqien. Surat Keputusan Cagub-Cawagub Jawa Barat ini langsung diberikan oleh Ketua DPP  P. Golkar Setya Novanto, Sekjen DPP P Golkar Idrus Marhan disaksikan pengurus DPP Golkar serta Pengurus DPP P Golkar Jawa Barat.
Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqin adalah dua figur yang yang populair di masyarakat Jawa barat, keduanya merupakan sosok yang prestasi. 

Jumat, 03 November 2017

Ridwan Kamil -Daniel Mutaqien Pasangan Ideal untuk Jawa Barat

Kombinasi yang sangat kuat, saling mengisi, saling mewakili wilayah Sunda dan Pantura, perpaduan yang mantap, disukai tua dan muda. Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien untuk Jawa Barat.

Sabtu, 23 September 2017

Indramayu Kota yang Semakin Cantik

Kota yang semakin cantik


Indramayu pada 7 Oktober 2017 ini memasuki usia ke-490. Jelang 5 abad yang melewati berbagai peradaban manusia, khususnya di Indramayu. Kabupaten Indramayu kini dalam kesejajaran dengan kota-kota lainnya seperi Cirebon atau Bandung dengan perkembangan pembangunan yang sangat cepat. Berbagai aspek kemajuan pembangunan fisik, kesehatan, pendidikan sebagai peningkatan sumber daya manusia serta pendapatan perkapita masyarakat sebagai tingkat daya beli masyarakat kian meningkat adalah bukti kemakmuran Indramayu saat ini. Tingkat keamanan yang kondnsif serta kerukunan beragama warga indramayu adalah prestasi tersendiri. Bahkan penataan kota yang semakin indah telah menuai berbagai penghargaan baik untuk kota Indramayu maupun pada Bupati Indramayu Anna Sophanah. Bahkan untuk kategori Adipura telah mendapatkan sebanyak 9 X secara berturut-turut. Adalah sosok Anna Sophanah srikandi Indramayu masa kini yang mampu memajukan Indramayu seperti sekarang ini. Keistimewaan itu dikarenakan seorang perempuan yang mampu memimpin daerah pantura yang luas dan dengan segala tantangannya di wilayah Indramayu. Semoga tetap sehat dan terus berkiprah dihari Jadimu 7 Oktober 2017 , Salam dan dukungan slalu untukmu.
(Rg Bagus Warsono) 

Selasa, 25 Juli 2017

Rindu Geblog Pecuk

Gethuk (geblog bhs. Indramayu)
Telah sekian tahun penjual gethuk tak pernah lagi lewat depan rumah. Mungkin 20 th lalu. jajanan murah tak lagi dijumpai masyarakat. Di Indramayu namanya geblok pecuk, karena kebanyakan yang membuat gethuk ini dari desa pecuk. Kini gethuk dijumpai di supermarket dengan kemasan tanpa daun dan harganya cukup mahal bagi ukuran masyarakat kelas bawah. Padahal gethuk tetap gethuk yang bahannya sama saja dari singkong. Kerinduan pada gethuk tradisional khas indramayu yang disebut 'geblok ini semakin bertambah manakala ibu sungkan membuat sarapan pagi.

Selasa, 20 Juni 2017

Puisi Lebaran : Mudik Sebisa-bisa

Mudik
Seperti tahun-tahun sebelumnya dan tahun ini
kami harus pulang di rumah kampung tempat orang tua dan mertua
berada diantara sanak
bertemu selamat bercerita hidup
bahwa sehat dan sakit
hidup dan mati
sedih dan bahagia
melarat dan kaya raya
kumpul keluarga besar
Mudik ke Jawa bukan dekat atau jauh
hanya karena tebal dan tipis dompet
Jakarta hanya pengharapan
di rumah menanti keselamatan
Seperti tahun-tahun sebelumnya dan tahun ini
mudik keluarga
sebisa-bisa. (rg bagus warsono, 19-06-17)

Kamis, 20 April 2017

Pertempuran Heroik di Ciwatu , karya Rg bagus Warsono


Miliki bukunya dengan pesan ke sms 082116658345 harga Rp. 30.000 per exemplar

Kamis, 27 Oktober 2016

Meriam Roda SiJagur karya Rg Bagus Warsono

Anak-anak harapan kita semua di masa depan bangsa ini. Lima puluh tahun kedepan apa jadinya Indonesia ini. Sekarang saja sudah meh-meh dan nyerempet-nyerempet akan krisis karakter bangsa. Buktinya bangsa lain diagung-agungkan. Suku-suku bangsa pemilik Tanah Air ini dikesampingkan kelestarian budayanya, padahal khas Indonesia pemererat bangsa. Nasionalisme anak-anak harus ditanamkan agar Indonesia tidak berkeping-keping. Itulah sebabnya aku memberi mereka jiwa kebangsaan ini melalui sentuhan baca. Agar mereka tersenyum , gembira , dan bangga menjadi bagian Indonesia yang memiliki peran di masa depan.
 Dapatkan bukunya 50rb sudah termasuk ongkir di wil Indramayu . Hub sms 085311088734

Jumat, 09 September 2016

Bupati yang Memberikan Inspirasi bagi Rakyatnya

Hj. Anna Shopanah


Pepmimpin yang baik adalah pemimpin yang dekat dengan hati rakyatnya. Suatu ketika ia kunjungi rakyatnya yang tengah berbaring sakit, tak hanya memberikan obat penawar satit, tetapi ia memberikan kepercayaan diri untuk dapat sembuh dari penyakitnya, serta memberikan semangat dan optimisme untuk kesembuhan, lalu ia kunjungi lagi orang miskin tua renta, buka hanya memberi bantuan tetapi juga bagaimana keadaan lingkungan yang mendorong kemajuan kesehatan di lingkungan si miskin, kemudian ia kunjungi korban musibah dikarenakan alam ia perhatikan secara cepat agar situasi kembali normal. hati pemimpin yang sudah dekat dengan rakyat. Apalagi kebetulan pemimpinnya seorang perempuan, yang memiliki budi halus yang sangat diharapkan di masyarakat daerah tropis. Itulah beberapa keunggulan yang dimiliki beliau.

Rabu, 31 Agustus 2016

Sabut hari Jadi Indramayu

40 th lalu sepanjang sungai dan anak sungai Cimanuk hilir banyak ditumbuhi tanaman bambu. Di daerah Arahan, Bangkir, Lohbener, dan Cantigi banyak masyarakai yang pandai membuat alat penangkap ikan dari bahan bambu juga beberapa model tempat ikan seperti buwu, wuwu, lempo, wakul, bakul,berbagai kembu, sampai keranjang ikan.

Kini tanaman bambu sepanjang sungai sudah mulai jarang, pengrajinpun makin langka, Nelayan Indramayu lebih memilih menjadi konsumen barang-barang ini dari pada membuatnya. Memang masih ada beberapa pengrajin, itupun nyaris punah andai generasi muda tidak mau mempelajari cara membuatnya.
(rg bagus warsono, sabut hari Jadi Indramayu)

40 tahun lalu

40 tahun lalu pabrik penggilingan padi masih jarang, petani Indramayu banyak yang menggunakan alat penumbuk padi berupa lumang dan alu , alat penumbukpadi tradisional. Alunya terbuat dari kayu petai cina (bendara) yang sudah memiliki galing /tua.Sedang lumpangnya terbuat dari batu kali yang biasa dibeli dari pengrajin di daerah/kota pegunungan (kuningan/majalengka) . Biasanya masyarakat menumbuk padi secara bersama-sama atau keluarga kecil setiap kali beras habis dan persediaan gabah mencukupi.
Kini pengguna alat penumbuk padi sudah langka, jika ada hanya untuk menumbuk bumbu orang hajatan atau menumbuk nasi ketan untuk dibuat makanan gemblong, atau lainnya. alat penumbuk padi ini adalah peninggalan ibu mertua doeloe dan asih terdapat di gubuk sanggaraku.
(rg bagus warsono)

40 tahun lalu Indramayu

Bentuk lumbung di Indramayu memiliki khas tersendiri. Bangunannya tidak terlalu besar hanya berukuran 2 m x 3m lumbung ini hanya untuk persediaan makan keluarga petani. Namun ada juga lumbung desa, lumbung ini pun tidak terlalu besar dan nyaris sama ukurannya hanya biasa berdiri lebih dari satu bangunan untuk membedakan pemilik baran atau peruntukannya. Lumbung di Indramayu biasa dibuat dari bilik bambu dan tidak terlalu kukoh atau memiliki septi keamanan isi lumbung. Pintunya terkadang hanya di kunci palang pintu, tidak terlalu tinggi panggungannya dari tanah sampai lantai lumbung, karenanya tidak digunakan tangga menuju pintu lumbung. Lumbung di Indramayu tidaklah biasa berisi beras atau padi, namun bisa juga buah kelapa, ikan gesek, atau pun jagung tergantung keperluan pemiliknya.
Lumbung kemudian banyak dimanfaatkan dibuat untuk kandang ayam dikarenakan musim paceklik. Demikian lumbung masyarakat desa di Indramayu biasa berada di pekarangan rumah atau sekitar rumah dimaksudkan agar selalu terkontrol oleh majikannya. (rg bagus W)

 

Indramayu 40 th lalu , sambut hari jadi Indramayu 7 Oktober 2016



Batik Paoman di Kabupaten Indramayu merupakan peninggalan nenek moyang Indramayu yang memiliki pengetahuan tinggi mengenai batik paoman. Keberadaannya patut dilestarikan dari mulai cara pembuatan, ilmu batiknya, maupun sejarahnya. Batik poman tercatat di Negeri Belanda sebagai batik kuna yang sejajar dengan seni batik lainnya seperti di batik Pekalongan, Solo, Jogyakarta, Trusmi dan seni batik terkenal lainnya. Bahkan Kembang Kapas adalah corak batik Paoman yang termashur di dunia.

Selasa, 30 Agustus 2016

Indramayu 40-th lalu

40 th lalu di desa Parean blok Anjun Kec. Kandang Haur Indramayu terdapat pengrajin celengan jago khas Indramayu. Pengrajin mainan anak ini adalah karya seni khas para pengrajin gerabah di tempat ini. Selain jago-jagoan daerah ini memproduksi berbagai jenis gerabah antara lain paso, kendi, buyung , gentong, layah, tutup dandang, cetakan serabi sebagainya.
Kini Indramayu kehilangan salah satu khasnya berupa celengan jago-jagoan !



 40 h lalu juga warga desa-desa pantai seperti Karang song, Karang Turi, Paoman , Babadan, Pasekan , Totoran di Indramayu piawai membuat kantong ikan dari daun jembatu . Sederhana tetapi sangat manfaat untuk kantung ikan, dan bahkan ada yang membuat sebagai tempat nasi kenduri. Kini tanaman jembatu nyaris hilang di daerah pantai Indramayu. Seni tradisi nelayan disesuaikan dengan kultur masyarakat dan lokasi. Indramayu ternyata banyak menyimpan kenangan masa lalu.

Jumat, 08 Juli 2016

Ada beberapa hal mengapa makna Lebaran di kampung menjadi kurang sakral :

Ada beberapa hal mengapa makna Lebaran di kampung menjadi kurang sakral :
oleh Rg Bagus Warsono

Punahnya budaya tradisi :
contoh :
1.acara sungkem-an, bebersih makam leluhur, bebersih umah dan kendaraan (dokar), pakaian tradisi, bersih2 masjid musholah dsb.
2. Terkikisnya budaya tradisi (makin jarang dan hampir punah)
contoh :
Pawai takbir keliling, nyekar leluhur , ngirim sesepuh/orang tua.
3. Semakin jarang dilakukan sisa tradisi yang dipertahankan
contoh :
Mrema yaitu belanja ramai-ramai kebutuhan lebaran di pasar., Buat urung ketupat ramai-ramai, dan masak ketupat di pawon pakai kayu, piknik pakai kendaraan tradisional
4. Masuknya budaya luar dan teknologi canggih di kampung seperti banyak kendaraan bermotor baik mobil/sepeda-motor, hp, dan alat komunikasi lainnya.

wewangsalan tema lebaran ala wong Dermayu

wewangsalan tema lebaran
Srabi dibakar kayu pilaran, lapis diiris senar. Rabi ayu waktu lebaran, balik ning umah kaya semar.
(Cantik itu waktu lebaran, pulang kerumah he he he kembali seperti semar biung.)

Krambil dibungkus cikal bakale, premen sugus manis rasane , Mobil bagus langka surate , pengen bagus laka modale.
(Jangan heran sekarang Mbak, itu mobil kreditan)

Klapa dawegan rasane gurih barang dibuka jebule bluluk. Jare dewek ngaku sugih, rokok bae olih jaluk.
(Orang ngaku kaya tapi rokok sebatang saja minta)

Sepur mundur lagi langsiran, tuku tiket disowek maning, Sedulur akur waktu lebaran, lewat lebaran tukaran maning.
(pura-pura akrab sekarang, besok-besok musuhan lagi. Jangan begitu ah)

klambi anyar kebek selemari, bubar lebaran kari siji.
(terpaksa jual baju buat ongkos ke Jakarta, Mas)

Lunga Jakarta liwat kroya, hape cina bagus bungkuse. Ning Jakarta ngaku kerja, barang balik pusing ongkose.
(jujur saja di Jakarta itu lu ngapain sih)

Mobil hamer supire garang, diklamboni garasine, Pamer sing dianggo larang regane , Klambi bagus langka duite.
(bajunya bagus tapi gak punya uang)

Jaran cilik melu embokke dokar loro jarane, Jarene mudik, dienteni langka tongole, ora balik mendi parane.
(Mungkin kesasar mudiknya)

Wit gedang bosok plapah jembar durung garing, Duit entok, bubar lebaran luruh maning
(Rezeki di depan masih banyak)
(by rg bagus warsono)

Kamis, 30 Juni 2016

Kisah sejati : Buku Tabanasku digunting karyawan BRI !

1985 di Ramadhan menjelang Lebaran. Tak ada bayangan
persiapan lebaran keluargaku, tak ada barang berharga yang dapat dijual. Ibu sendiri ayah tak ada. Hidup serba kesusahan. Aku harus mencari nafkah keluarga dengan 4 orang adik. Apa saja aku lakukan utuk makan keluarga. Hingga lebaran mendekat mata-mata adikku berkaca kaca. Pada waktu itu moment Lebaran sungguh istimewa apalagi buat mereka yang masih kecil-kecil. Ibuku y
ang berjualan pecel sangat tak mencukupi kebutuhan. Aku pun demikian susah cari kerja. Hamir setiap saat terdengar tangis adik-adik. 
Ketika itu ingat aku masih punya buku Tabanas BRI, kubuka buku berwana kuning itu masih tersisa belasan ribu. Sebagai seorang tamatan SPG aku mengerti bahwa jika tabungan tak aktif setiap bulan dipotong biaya administrasi bank. Tak besar kala itu biaya administrasi hanya sekitar Rp 20,- sebulan. Memang sudah lama tabungan tak aktif. Bismillahhirrochmannirrohim ...Aku permisi pada Ibu untuk pergi ke bank. Yakin aku masih bisa mengambil saldo tabungan barang 10 atau atau 15rb. Sampai dibank aku mendatangi kasir dan menyodorkan buku tabanas itu. Ya Allah apa salahku dan apa cobaan keluargaku ini. Orang itu (karyawan BRI laki-laki yang aku ketahui namanya dan wajahnya hingga sekarang ) mengatakan bahwa tabanas ini sudah tidak berlaku. Ia menggunting buku tabanas yang aku slalu simpan itu, dan aku disuruh pulang. Tak tahan menahan air mata , masih di gerbang gedung BRI Indramayu yang kini megah itu mataku basah menangis perih. Sampai dirumah aku tak bercerita pada ibu aku menangis. Dan ibu tahu apa yang terjadi pasti. ( sudahlah basah juga air mataku mengenang saat itu, aku sudah memaafkan semua itu., Jumat 1 Juli 2016).


Selasa, 05 April 2016

Mobil Pencari data Kandungan Minyak

Teknologi baru vibroseis untuk melakukan kegiatan seismik, pencarian data tandungan minyak Pertamina.

Kamis, 24 Maret 2016

Wajah

Alam Sukma Jaya

Jumat, 25 Desember 2015

Hanya 6 Gugatan Hasil Pilkada ke MK yang Mungkin Diproses

Dari sekitar 139 gugatan hasil pilkada yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK), diperkirakan hanya sekitar 5-6 perkara yang memenuhi syarat selisih dua persen perolehan suara penggugat dengan perolehan suara tertinggi.

“Kemungkinan yang memenuhi syarat dua persen itu cuma 5-6 (gugatan). Tapi saya enggak tahu apakah ada yang mengajukan judicial review terkait syarat tersebut,” ujar Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqqie, Kamis (24/12/2015).

“‎Kalau sekarang patokannya pada ketentuan yang ada. Bahwa (melebihi persentase selisih suara dua persen,red) tidak memenuhi syarat. Kalau judicial reviewnya dilakukan dua bulan lalu, mungkin bisa. Tapi ini kan enggak, sudah di depan mata, jadi mengikuti yang ada,” ujar Jimly.

Selasa, 15 Desember 2015

Prof Dr Suhardiman

 Prof Dr Suhardiman, pendiri Soksi meninggal dunia malam ini. Dari informasi yang diterima merdeka.com, Suhardiman meninggal dunia pada 21.15 WIB di kediamannya di Jalan Kramat Batu No 1 Cipete, Jakarta Selatan. Suhardiman meninggal karena sakit.

Meninggalnya Suhardiman ini juga dibenarkan oleh politisi Golkar Indra J Piliang. "Innalillahi wa'inna ilahi toji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Prof Dr Suhardiman, pendiri SOKSI. Semoga khusnul khotimah...," tulis Indra di akun Twitter-nya yang dikutip merdeka.com, (Minggu (13/12).

Pria yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 16 Desember 1924 ini adalah tokoh politik yang telah melewati 5 masa kepemimpinan Indonesia (zaman Hindia Belanda, zaman Jepang, presiden Sukarno, presiden Soeharto, dan masa reformasi). Suhardiman kerap disebut sebagai dukun politik karena intuisinya sangat kuat dalam memprediksi peristiwa politik terutama dalam konteks suksesi kepemimpinan.

Semasa hidup, Suhardiman juga turut mewarnai perjalanan politik Indonesia bersama dengan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), yang awalnya dia dirikan untuk membendung penyebaran paham komunisme oleh PKI. Dalam perjalanannya, SOKSI menjadi salah satu ormas yang melahirkan Partai Golkar dan menjadi tempat pengkaderan para pemimpin bangsa.

Pendapat Prof Suhardiman kerap diminta sejumlah media terutama mengenai suksesi kepemimpinan di negeri ini karena intuisi politiknya sangat kuat dalam memprediksi calon-calon pemimpin masa depan. Hal ini lah yang membuatnya sering dijuluki 'dukun politik'.

Prof Suhardiman yakin dengan teori keajegan dan ramalan Jawa kuno yang menyebutkan, sejarah akan berulang kembali (historia se repete). Setiap 7 abad bangsa di nusantara akan menunjukkan kejayaannya. Pada abad ke-7 nenek moyang kita telah mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan kerajaan Sriwijaya. Tujuh abad kemudian, yaitu abad ke-14, kita temukan lagi masa kejayaan yang ke-2, yaitu Majapahit. Saat ini kita sedang menuju kejayaan ke-3 pada abad ke-21 ini, 7 abad setelah Majapahit. Puncak masa kejayaan itu diperkirakan terjadi pada tahun 2045 atau 1 abad (100 tahun) setelah kemerdekaan, 1945.

Atas berbagai pengabdiannya, Suhardiman dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra dan lebih 17 bintang penghargaan lainnya. Universitas Muhammadiyah Medan mengangkatnya sebagai guru besar. Masyarakat Simalungun memberinya marga Saragih saat dia menjabat anggota DPR mewakili Sumatera Utara hasil Pemilu 1982.

The and

The and