Bacaan sehat warga Indramayu, memperluas wawasan membuka cakrawala pengetahuan, untuk semua.
Kamis, 24 Maret 2016
Jumat, 25 Desember 2015
Hanya 6 Gugatan Hasil Pilkada ke MK yang Mungkin Diproses
Dari sekitar 139 gugatan hasil pilkada yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK), diperkirakan hanya sekitar 5-6 perkara yang memenuhi syarat selisih dua persen perolehan suara penggugat dengan perolehan suara tertinggi.
“Kemungkinan yang memenuhi syarat dua persen itu cuma 5-6 (gugatan). Tapi saya enggak tahu apakah ada yang mengajukan judicial review terkait syarat tersebut,” ujar Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqqie, Kamis (24/12/2015).
“Kalau sekarang patokannya pada ketentuan yang ada. Bahwa (melebihi persentase selisih suara dua persen,red) tidak memenuhi syarat. Kalau judicial reviewnya dilakukan dua bulan lalu, mungkin bisa. Tapi ini kan enggak, sudah di depan mata, jadi mengikuti yang ada,” ujar Jimly.
“Kemungkinan yang memenuhi syarat dua persen itu cuma 5-6 (gugatan). Tapi saya enggak tahu apakah ada yang mengajukan judicial review terkait syarat tersebut,” ujar Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqqie, Kamis (24/12/2015).
“Kalau sekarang patokannya pada ketentuan yang ada. Bahwa (melebihi persentase selisih suara dua persen,red) tidak memenuhi syarat. Kalau judicial reviewnya dilakukan dua bulan lalu, mungkin bisa. Tapi ini kan enggak, sudah di depan mata, jadi mengikuti yang ada,” ujar Jimly.
Selasa, 15 Desember 2015
Prof Dr Suhardiman
Prof Dr Suhardiman, pendiri Soksi meninggal dunia malam ini. Dari informasi yang diterima merdeka.com, Suhardiman meninggal dunia pada 21.15 WIB di kediamannya di Jalan Kramat Batu No 1 Cipete, Jakarta Selatan. Suhardiman meninggal karena sakit.
Meninggalnya Suhardiman ini juga dibenarkan oleh politisi Golkar Indra J Piliang. "Innalillahi wa'inna ilahi toji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Prof Dr Suhardiman, pendiri SOKSI. Semoga khusnul khotimah...," tulis Indra di akun Twitter-nya yang dikutip merdeka.com, (Minggu (13/12).
Pria yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 16 Desember 1924 ini adalah tokoh politik yang telah melewati 5 masa kepemimpinan Indonesia (zaman Hindia Belanda, zaman Jepang, presiden Sukarno, presiden Soeharto, dan masa reformasi). Suhardiman kerap disebut sebagai dukun politik karena intuisinya sangat kuat dalam memprediksi peristiwa politik terutama dalam konteks suksesi kepemimpinan.
Semasa hidup, Suhardiman juga turut mewarnai perjalanan politik Indonesia bersama dengan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), yang awalnya dia dirikan untuk membendung penyebaran paham komunisme oleh PKI. Dalam perjalanannya, SOKSI menjadi salah satu ormas yang melahirkan Partai Golkar dan menjadi tempat pengkaderan para pemimpin bangsa.
Pendapat Prof Suhardiman kerap diminta sejumlah media terutama mengenai suksesi kepemimpinan di negeri ini karena intuisi politiknya sangat kuat dalam memprediksi calon-calon pemimpin masa depan. Hal ini lah yang membuatnya sering dijuluki 'dukun politik'.
Prof Suhardiman yakin dengan teori keajegan dan ramalan Jawa kuno yang menyebutkan, sejarah akan berulang kembali (historia se repete). Setiap 7 abad bangsa di nusantara akan menunjukkan kejayaannya. Pada abad ke-7 nenek moyang kita telah mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan kerajaan Sriwijaya. Tujuh abad kemudian, yaitu abad ke-14, kita temukan lagi masa kejayaan yang ke-2, yaitu Majapahit. Saat ini kita sedang menuju kejayaan ke-3 pada abad ke-21 ini, 7 abad setelah Majapahit. Puncak masa kejayaan itu diperkirakan terjadi pada tahun 2045 atau 1 abad (100 tahun) setelah kemerdekaan, 1945.
Atas berbagai pengabdiannya, Suhardiman dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra dan lebih 17 bintang penghargaan lainnya. Universitas Muhammadiyah Medan mengangkatnya sebagai guru besar. Masyarakat Simalungun memberinya marga Saragih saat dia menjabat anggota DPR mewakili Sumatera Utara hasil Pemilu 1982.
Meninggalnya Suhardiman ini juga dibenarkan oleh politisi Golkar Indra J Piliang. "Innalillahi wa'inna ilahi toji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Prof Dr Suhardiman, pendiri SOKSI. Semoga khusnul khotimah...," tulis Indra di akun Twitter-nya yang dikutip merdeka.com, (Minggu (13/12).
Pria yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 16 Desember 1924 ini adalah tokoh politik yang telah melewati 5 masa kepemimpinan Indonesia (zaman Hindia Belanda, zaman Jepang, presiden Sukarno, presiden Soeharto, dan masa reformasi). Suhardiman kerap disebut sebagai dukun politik karena intuisinya sangat kuat dalam memprediksi peristiwa politik terutama dalam konteks suksesi kepemimpinan.
Semasa hidup, Suhardiman juga turut mewarnai perjalanan politik Indonesia bersama dengan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), yang awalnya dia dirikan untuk membendung penyebaran paham komunisme oleh PKI. Dalam perjalanannya, SOKSI menjadi salah satu ormas yang melahirkan Partai Golkar dan menjadi tempat pengkaderan para pemimpin bangsa.
Pendapat Prof Suhardiman kerap diminta sejumlah media terutama mengenai suksesi kepemimpinan di negeri ini karena intuisi politiknya sangat kuat dalam memprediksi calon-calon pemimpin masa depan. Hal ini lah yang membuatnya sering dijuluki 'dukun politik'.
Prof Suhardiman yakin dengan teori keajegan dan ramalan Jawa kuno yang menyebutkan, sejarah akan berulang kembali (historia se repete). Setiap 7 abad bangsa di nusantara akan menunjukkan kejayaannya. Pada abad ke-7 nenek moyang kita telah mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan kerajaan Sriwijaya. Tujuh abad kemudian, yaitu abad ke-14, kita temukan lagi masa kejayaan yang ke-2, yaitu Majapahit. Saat ini kita sedang menuju kejayaan ke-3 pada abad ke-21 ini, 7 abad setelah Majapahit. Puncak masa kejayaan itu diperkirakan terjadi pada tahun 2045 atau 1 abad (100 tahun) setelah kemerdekaan, 1945.
Atas berbagai pengabdiannya, Suhardiman dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra dan lebih 17 bintang penghargaan lainnya. Universitas Muhammadiyah Medan mengangkatnya sebagai guru besar. Masyarakat Simalungun memberinya marga Saragih saat dia menjabat anggota DPR mewakili Sumatera Utara hasil Pemilu 1982.
Kamis, 10 Desember 2015
Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati, Hj Anna Sophana-H Supendi (Andi) unggul atas pasangan Toto Sucartono-Rasta Wiguna (Tora)
Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati, Hj Anna Sophana-H Supendi (Andi) untuk sementara unggul atas pasangan Toto Sucartono-Rasta Wiguna (Tora) pada Pilkada Indramayu 2015,
Keunggulan sementara itu berdasarkan perhitungan cepat yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
Pasangan Andi berhasil mengungguli kompetitor, Toto Sucartono SE dan Drs Rastawiguna (Tora) dengan selisih 10 %. Yakni, pasangan dengan nomor urut satu memperoleh 55,13 % dan pasangan Tora. 44,87 %.
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto Izul Fatah, dalam jumpa persnya yang digelar di Aula Hotel Wiwi Perkasa Indramayu, Rabu (9/12).
Keunggulan sementara itu berdasarkan perhitungan cepat yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
Pasangan Andi berhasil mengungguli kompetitor, Toto Sucartono SE dan Drs Rastawiguna (Tora) dengan selisih 10 %. Yakni, pasangan dengan nomor urut satu memperoleh 55,13 % dan pasangan Tora. 44,87 %.
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto Izul Fatah, dalam jumpa persnya yang digelar di Aula Hotel Wiwi Perkasa Indramayu, Rabu (9/12).
Selasa, 24 November 2015
Peringatan Hari Guru ke-70 tahun 2015 di Kabupaten Indramayu
Salah satu rangkaian kegiatan HUT PGRI ke-70 PD II PGRI Kabupaten Indramayu adalah gerak jalan santai yang diikuti sekitar 20.000 keluarga besar PGRI Kab. Indramayu pada 21 Nofember 2015. Tampak kedua dari kanan Hj Anna Shopanah Bupati Indramayu memberikan selamat jalan kepada peserta jalan santai, didampingi Ketua DP II PGRI Indramayu, Dr. H Suhaeli , Kepala Sub Dinas Pendidikan Dasar, Drs. H Jahirin, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Indramayu, Dra. Hj Sri Bekti , MSi. (foto rg bagus warsono)
Jumat, 06 November 2015
Buku kedua Seri Kisah Perjuagan Sentot
Sijagur , kisah peruangan rakyat Indramayu dalam kemerdekaan Indonesia. akan memenuhi khasaah cerita anak Idramayu. Segera terbit.
Cerita ini digali dari pitutur rakyat Indramayu untuk dapat dinikmati sebagai bacaan generasi selanjutnya agar memiliki ceritanya sendiri sebagai perbendaharaan cerita-cerita khasanah daerah Indramayu yang berserakan.
Indramayu banyak memiliki peninggalan sejarah yang nyaris hilang ditelan perjalanan kehidupan yang semakin tak peduli terhadap hal kecil yang tak tersentuh oleh pemikiran kita, padahal yang kecil ini justru peting untuk dapat dipelajari sebagai pengetahuan dan kadang filosofi hidup di zaman modern ini.
Penulis kenalkan Meriam Sijagur sebuah meriam tentara Belanda hasil rampasan yang menjadi andalan pasukan Siliwangi di Distrik Indramayu pimpinan Kapten Sentot di masa perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia.
Cerita ini digali dari pitutur rakyat Indramayu untuk dapat dinikmati sebagai bacaan generasi selanjutnya agar memiliki ceritanya sendiri sebagai perbendaharaan cerita-cerita khasanah daerah Indramayu yang berserakan.
Indramayu banyak memiliki peninggalan sejarah yang nyaris hilang ditelan perjalanan kehidupan yang semakin tak peduli terhadap hal kecil yang tak tersentuh oleh pemikiran kita, padahal yang kecil ini justru peting untuk dapat dipelajari sebagai pengetahuan dan kadang filosofi hidup di zaman modern ini.
Penulis kenalkan Meriam Sijagur sebuah meriam tentara Belanda hasil rampasan yang menjadi andalan pasukan Siliwangi di Distrik Indramayu pimpinan Kapten Sentot di masa perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia.
Hadir di Indramayu, Seri kisah perjuangan Sentot, Kopral Dali
Kopral Dali lebih tenar ketimbang komandannya. Di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, di Indramayu dulu Dali demikian populair. Tidak saja dilingkungan TNI tetapi di masyarakat kota kecil Indramayu pasti mengenalnya. Kopral cerdas dan pemberani ini pantas diketahui oleh kita semua ceritanya. Semoga buku ini menjadi teman generasi muda khususnya di kabupaten Indramayu dan Indonesia pada umumnya. Sehingga kita dapat menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan , seperti Kopral Dali yang satu ini.
Nantikan Cerita Bergambar lainya dalam seri Kisah Perjuangan Sentot (Kisah Perjuangan Kemerdekaan Rakyat Indramayu) karya RG Bagus Warsono
1. Pertempuran salawe
2. Macan Indramayu
3. Sijagur
4. Pertempuran Heroik di Ciwatu
5. Perlawanan Mbah Brata
Minggu, 25 Oktober 2015
Segera terbit
Selasa, 20 Oktober 2015
Minggu, 18 Oktober 2015
Jumat, 25 September 2015
Waduk Jatigede
Waduk Jatigede merupakan sebuah waduk yang sedang dibangun di Kabupaten Sumedang.Pembangunan waduk ini telah lama direncanakan dan proses pembangunannya masih berlangsung hingga kini. Waduk ini dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.
Pembangunan waduk ini telah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Kala itu, Pemerintah Hindia Belanda merencanakan pembangunan tiga waduk di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, dan waduk Jatigede merupakan waduk utama dan yang paling besar. Namun, pembangunan ketiga waduk itu mendapatkan tentangan dari masyarakat sekitar, sehingga pembangunannya pun dibatalkan. Baru pada tahun 1990-an, rencana pembangunan waduk Jatigede kembali menghangat. Langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintah adalah merelokasi masyarakat yang tinggal di wilayah calon genangan. Relokasi pertama dilakukan pada tahun 1982.
Seperti waduk lainnya, Waduk Jatigede pun memiliki fungsi. Goldsmith menyatakan bahwa fungsi utama dari sebuah waduk adalah untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air.[butuh rujukan] Di samping kedua fungsi utama tadi, waduk pun berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya. Untuk Waduk Jatigede, fungsi utamanya adalah sebagai sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air. Waduk Jatigede dibangun dengan cara membendung aliran Sungai Cimanuk. Pembendungan ini mengakibatkan aliran air terhalang, sehingga air terakumulasi dalam sebuah kolam yang besar. Air yang terkumpul dalam bendungan tersebut digunakan sebagai cadangan air tawar untuk mengairi areal pertanian di wilayah Majalengka, Indramayu, dan Cirebon. Selain berfungsi sebagai sarana irigasi, Waduk Jatigede pun berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air. Saat ini, di wilayah itu terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Parakan Kondang. Dengan dibangunnya Waduk Jatigede, kapasitas pembangkit listrik tenaga air tersebut dapat ditingkatkan.
Proyek Waduk Jatigede telah dirintis sejak era Sukarno tersebut menyisakan persoalan yang kompleks selain mengakibatkan enam belas ribu warga Kabupaten Sumedang yang terdampak, bencana ekologi yang menyebabkan hilangnya sekitar 1 juta lahan hijau produktif, ancaman pengangguran massif, puluhan situs kebudayaan Sunda sejak era abad ke-8 hingga Kerajaan Pajajaran terancam tenggelam. Proyek multinasional tersebut menyisakan persoalan yang belum terselesaikan hingga detik peluncuran penggenangan yang dibuka oleh Presiden Jokowi akhir Agustus 2015
Pembangunan waduk ini telah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Kala itu, Pemerintah Hindia Belanda merencanakan pembangunan tiga waduk di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, dan waduk Jatigede merupakan waduk utama dan yang paling besar. Namun, pembangunan ketiga waduk itu mendapatkan tentangan dari masyarakat sekitar, sehingga pembangunannya pun dibatalkan. Baru pada tahun 1990-an, rencana pembangunan waduk Jatigede kembali menghangat. Langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintah adalah merelokasi masyarakat yang tinggal di wilayah calon genangan. Relokasi pertama dilakukan pada tahun 1982.
Seperti waduk lainnya, Waduk Jatigede pun memiliki fungsi. Goldsmith menyatakan bahwa fungsi utama dari sebuah waduk adalah untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air.[butuh rujukan] Di samping kedua fungsi utama tadi, waduk pun berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya. Untuk Waduk Jatigede, fungsi utamanya adalah sebagai sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air. Waduk Jatigede dibangun dengan cara membendung aliran Sungai Cimanuk. Pembendungan ini mengakibatkan aliran air terhalang, sehingga air terakumulasi dalam sebuah kolam yang besar. Air yang terkumpul dalam bendungan tersebut digunakan sebagai cadangan air tawar untuk mengairi areal pertanian di wilayah Majalengka, Indramayu, dan Cirebon. Selain berfungsi sebagai sarana irigasi, Waduk Jatigede pun berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air. Saat ini, di wilayah itu terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Parakan Kondang. Dengan dibangunnya Waduk Jatigede, kapasitas pembangkit listrik tenaga air tersebut dapat ditingkatkan.
Proyek Waduk Jatigede telah dirintis sejak era Sukarno tersebut menyisakan persoalan yang kompleks selain mengakibatkan enam belas ribu warga Kabupaten Sumedang yang terdampak, bencana ekologi yang menyebabkan hilangnya sekitar 1 juta lahan hijau produktif, ancaman pengangguran massif, puluhan situs kebudayaan Sunda sejak era abad ke-8 hingga Kerajaan Pajajaran terancam tenggelam. Proyek multinasional tersebut menyisakan persoalan yang belum terselesaikan hingga detik peluncuran penggenangan yang dibuka oleh Presiden Jokowi akhir Agustus 2015
Jumat, 04 September 2015
Anna Shopanah Itu Istimewa oleh Rg Bagus warsono
Bukan memuji Patahana, tetapi ia telah memberikan yang sangat berarti bagi kehidupan rakyat Indramayu. Tatanan kehidupan yang sangat penting adalah keamanan dan ketenangan bermasyarakat. Situasi yang demikian membuat masyarakat dapat beraktivitas serta berkreativitas dengan tenang. Dengan kaca mata sendiri saya melihat berpuluh-puluh gerobak pemulung keluar masuk kampung mencari barang bekas dengan aman. Berpuluh puluh Tukant ngobor ikan/belut/katak yang keluar masuk kampung dan solokan pekarangan orang mencari ikan/belut/ular dengan aman, kemudian bersahabat kita bersepeda dengan membawa parang dan pacul mencari upahan membabat rumput pekarangan mereka diterima di manapun tempat dan banyak yang memanfaatkan tenaganya, kemudian lagi para buruh tani yang panen padi 'jaragan' dapat mencari panenan padi dimana pun tempat sawah akan dipanen tanpa larangan dengan upah pembagian yang umum.Patahana memberikan kenyamanan bagi masyarakat kita. Ia tahu bahwa rakyatnya berbeda status sosial dan tak mungkin semua rakyat yang miskin dapat dibantu oleh pemerintah seluruhnya.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dekat dengan hati rakyatnya. Suatu ketika ia kunjungi rakyatnya yang tengah berbaring sakit, tak hanya memberikan obat penawar satit, tetapi ia memberikan kepercayaan diri untuk dapat sembuh dari penyakitnya, serta memberikan semangat dan optimisme untuk kesembuhan, lalu ia kunjungi lagi orang miskin tua renta, buka hanya memberi bantuan tetapi juga bagaimana keadaan lingkungan yang mendorong kemajuan kesehatan di lingkungan si miskin, kemudian ia kunjungi korban musibah dikarenakan alam ia perhatikan secara cepat agar situasi kembali normal. hati pemimpin yang sudah dekat dengan rakyat. Apalagi kebetulan pemimpinnya seorang perempuan, yang memiliki budi halus yang sangat diharapkan di masyarakat daerah tropis. Itulah beberapa keunggulan yang dimiliki beliau.
Salu lagi yang tak dapat dilupakan adalah kepeduliannya terhadap pendidikan bagi keluarga miskin. Perubahan nasib keluarga miskin hanya dapat dirubah dengan memiliki pedidikan yang mengiringi perkembangan zaman, peningkatan sangat diperlukan bagi keluarga miskin sebab dengan memiliki ilmu mereka akan dapat membaca puluang hidup untuk leboih baik setidaknya bagi generasi selanjutnya agar dapat memiliki kehidupan yang layak. Program beasiswa yang diberikan oleh beliau sangat penting artinya. Apalagi di saat segala sesuatu kebutuhan pendidikan itu makin mahal. Sentuhan beasiswa bagi siswa miskin adalah siraman semangat pertumbuhan kehidupan yang lebih baik kelak. Demikian Anna Shopanah dan Supendi telah membuktikan bahwa beliau memberikan yang terbaik bagi rakyatnya.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dekat dengan hati rakyatnya. Suatu ketika ia kunjungi rakyatnya yang tengah berbaring sakit, tak hanya memberikan obat penawar satit, tetapi ia memberikan kepercayaan diri untuk dapat sembuh dari penyakitnya, serta memberikan semangat dan optimisme untuk kesembuhan, lalu ia kunjungi lagi orang miskin tua renta, buka hanya memberi bantuan tetapi juga bagaimana keadaan lingkungan yang mendorong kemajuan kesehatan di lingkungan si miskin, kemudian ia kunjungi korban musibah dikarenakan alam ia perhatikan secara cepat agar situasi kembali normal. hati pemimpin yang sudah dekat dengan rakyat. Apalagi kebetulan pemimpinnya seorang perempuan, yang memiliki budi halus yang sangat diharapkan di masyarakat daerah tropis. Itulah beberapa keunggulan yang dimiliki beliau.
Salu lagi yang tak dapat dilupakan adalah kepeduliannya terhadap pendidikan bagi keluarga miskin. Perubahan nasib keluarga miskin hanya dapat dirubah dengan memiliki pedidikan yang mengiringi perkembangan zaman, peningkatan sangat diperlukan bagi keluarga miskin sebab dengan memiliki ilmu mereka akan dapat membaca puluang hidup untuk leboih baik setidaknya bagi generasi selanjutnya agar dapat memiliki kehidupan yang layak. Program beasiswa yang diberikan oleh beliau sangat penting artinya. Apalagi di saat segala sesuatu kebutuhan pendidikan itu makin mahal. Sentuhan beasiswa bagi siswa miskin adalah siraman semangat pertumbuhan kehidupan yang lebih baik kelak. Demikian Anna Shopanah dan Supendi telah membuktikan bahwa beliau memberikan yang terbaik bagi rakyatnya.
Minggu, 30 Agustus 2015
Langganan:
Postingan (Atom)
The and






























