Jumat, 08 Juli 2016

Ada beberapa hal mengapa makna Lebaran di kampung menjadi kurang sakral :

Ada beberapa hal mengapa makna Lebaran di kampung menjadi kurang sakral :
oleh Rg Bagus Warsono

Punahnya budaya tradisi :
contoh :
1.acara sungkem-an, bebersih makam leluhur, bebersih umah dan kendaraan (dokar), pakaian tradisi, bersih2 masjid musholah dsb.
2. Terkikisnya budaya tradisi (makin jarang dan hampir punah)
contoh :
Pawai takbir keliling, nyekar leluhur , ngirim sesepuh/orang tua.
3. Semakin jarang dilakukan sisa tradisi yang dipertahankan
contoh :
Mrema yaitu belanja ramai-ramai kebutuhan lebaran di pasar., Buat urung ketupat ramai-ramai, dan masak ketupat di pawon pakai kayu, piknik pakai kendaraan tradisional
4. Masuknya budaya luar dan teknologi canggih di kampung seperti banyak kendaraan bermotor baik mobil/sepeda-motor, hp, dan alat komunikasi lainnya.

wewangsalan tema lebaran ala wong Dermayu

wewangsalan tema lebaran
Srabi dibakar kayu pilaran, lapis diiris senar. Rabi ayu waktu lebaran, balik ning umah kaya semar.
(Cantik itu waktu lebaran, pulang kerumah he he he kembali seperti semar biung.)

Krambil dibungkus cikal bakale, premen sugus manis rasane , Mobil bagus langka surate , pengen bagus laka modale.
(Jangan heran sekarang Mbak, itu mobil kreditan)

Klapa dawegan rasane gurih barang dibuka jebule bluluk. Jare dewek ngaku sugih, rokok bae olih jaluk.
(Orang ngaku kaya tapi rokok sebatang saja minta)

Sepur mundur lagi langsiran, tuku tiket disowek maning, Sedulur akur waktu lebaran, lewat lebaran tukaran maning.
(pura-pura akrab sekarang, besok-besok musuhan lagi. Jangan begitu ah)

klambi anyar kebek selemari, bubar lebaran kari siji.
(terpaksa jual baju buat ongkos ke Jakarta, Mas)

Lunga Jakarta liwat kroya, hape cina bagus bungkuse. Ning Jakarta ngaku kerja, barang balik pusing ongkose.
(jujur saja di Jakarta itu lu ngapain sih)

Mobil hamer supire garang, diklamboni garasine, Pamer sing dianggo larang regane , Klambi bagus langka duite.
(bajunya bagus tapi gak punya uang)

Jaran cilik melu embokke dokar loro jarane, Jarene mudik, dienteni langka tongole, ora balik mendi parane.
(Mungkin kesasar mudiknya)

Wit gedang bosok plapah jembar durung garing, Duit entok, bubar lebaran luruh maning
(Rezeki di depan masih banyak)
(by rg bagus warsono)

Kamis, 30 Juni 2016

Kisah sejati : Buku Tabanasku digunting karyawan BRI !

1985 di Ramadhan menjelang Lebaran. Tak ada bayangan
persiapan lebaran keluargaku, tak ada barang berharga yang dapat dijual. Ibu sendiri ayah tak ada. Hidup serba kesusahan. Aku harus mencari nafkah keluarga dengan 4 orang adik. Apa saja aku lakukan utuk makan keluarga. Hingga lebaran mendekat mata-mata adikku berkaca kaca. Pada waktu itu moment Lebaran sungguh istimewa apalagi buat mereka yang masih kecil-kecil. Ibuku y
ang berjualan pecel sangat tak mencukupi kebutuhan. Aku pun demikian susah cari kerja. Hamir setiap saat terdengar tangis adik-adik. 
Ketika itu ingat aku masih punya buku Tabanas BRI, kubuka buku berwana kuning itu masih tersisa belasan ribu. Sebagai seorang tamatan SPG aku mengerti bahwa jika tabungan tak aktif setiap bulan dipotong biaya administrasi bank. Tak besar kala itu biaya administrasi hanya sekitar Rp 20,- sebulan. Memang sudah lama tabungan tak aktif. Bismillahhirrochmannirrohim ...Aku permisi pada Ibu untuk pergi ke bank. Yakin aku masih bisa mengambil saldo tabungan barang 10 atau atau 15rb. Sampai dibank aku mendatangi kasir dan menyodorkan buku tabanas itu. Ya Allah apa salahku dan apa cobaan keluargaku ini. Orang itu (karyawan BRI laki-laki yang aku ketahui namanya dan wajahnya hingga sekarang ) mengatakan bahwa tabanas ini sudah tidak berlaku. Ia menggunting buku tabanas yang aku slalu simpan itu, dan aku disuruh pulang. Tak tahan menahan air mata , masih di gerbang gedung BRI Indramayu yang kini megah itu mataku basah menangis perih. Sampai dirumah aku tak bercerita pada ibu aku menangis. Dan ibu tahu apa yang terjadi pasti. ( sudahlah basah juga air mataku mengenang saat itu, aku sudah memaafkan semua itu., Jumat 1 Juli 2016).


Selasa, 05 April 2016

Mobil Pencari data Kandungan Minyak

Teknologi baru vibroseis untuk melakukan kegiatan seismik, pencarian data tandungan minyak Pertamina.

Kamis, 24 Maret 2016

Wajah

Alam Sukma Jaya

Jumat, 25 Desember 2015

Hanya 6 Gugatan Hasil Pilkada ke MK yang Mungkin Diproses

Dari sekitar 139 gugatan hasil pilkada yang masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK), diperkirakan hanya sekitar 5-6 perkara yang memenuhi syarat selisih dua persen perolehan suara penggugat dengan perolehan suara tertinggi.

“Kemungkinan yang memenuhi syarat dua persen itu cuma 5-6 (gugatan). Tapi saya enggak tahu apakah ada yang mengajukan judicial review terkait syarat tersebut,” ujar Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqqie, Kamis (24/12/2015).

“‎Kalau sekarang patokannya pada ketentuan yang ada. Bahwa (melebihi persentase selisih suara dua persen,red) tidak memenuhi syarat. Kalau judicial reviewnya dilakukan dua bulan lalu, mungkin bisa. Tapi ini kan enggak, sudah di depan mata, jadi mengikuti yang ada,” ujar Jimly.

Selasa, 15 Desember 2015

Prof Dr Suhardiman

 Prof Dr Suhardiman, pendiri Soksi meninggal dunia malam ini. Dari informasi yang diterima merdeka.com, Suhardiman meninggal dunia pada 21.15 WIB di kediamannya di Jalan Kramat Batu No 1 Cipete, Jakarta Selatan. Suhardiman meninggal karena sakit.

Meninggalnya Suhardiman ini juga dibenarkan oleh politisi Golkar Indra J Piliang. "Innalillahi wa'inna ilahi toji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Prof Dr Suhardiman, pendiri SOKSI. Semoga khusnul khotimah...," tulis Indra di akun Twitter-nya yang dikutip merdeka.com, (Minggu (13/12).

Pria yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 16 Desember 1924 ini adalah tokoh politik yang telah melewati 5 masa kepemimpinan Indonesia (zaman Hindia Belanda, zaman Jepang, presiden Sukarno, presiden Soeharto, dan masa reformasi). Suhardiman kerap disebut sebagai dukun politik karena intuisinya sangat kuat dalam memprediksi peristiwa politik terutama dalam konteks suksesi kepemimpinan.

Semasa hidup, Suhardiman juga turut mewarnai perjalanan politik Indonesia bersama dengan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), yang awalnya dia dirikan untuk membendung penyebaran paham komunisme oleh PKI. Dalam perjalanannya, SOKSI menjadi salah satu ormas yang melahirkan Partai Golkar dan menjadi tempat pengkaderan para pemimpin bangsa.

Pendapat Prof Suhardiman kerap diminta sejumlah media terutama mengenai suksesi kepemimpinan di negeri ini karena intuisi politiknya sangat kuat dalam memprediksi calon-calon pemimpin masa depan. Hal ini lah yang membuatnya sering dijuluki 'dukun politik'.

Prof Suhardiman yakin dengan teori keajegan dan ramalan Jawa kuno yang menyebutkan, sejarah akan berulang kembali (historia se repete). Setiap 7 abad bangsa di nusantara akan menunjukkan kejayaannya. Pada abad ke-7 nenek moyang kita telah mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan kerajaan Sriwijaya. Tujuh abad kemudian, yaitu abad ke-14, kita temukan lagi masa kejayaan yang ke-2, yaitu Majapahit. Saat ini kita sedang menuju kejayaan ke-3 pada abad ke-21 ini, 7 abad setelah Majapahit. Puncak masa kejayaan itu diperkirakan terjadi pada tahun 2045 atau 1 abad (100 tahun) setelah kemerdekaan, 1945.

Atas berbagai pengabdiannya, Suhardiman dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra dan lebih 17 bintang penghargaan lainnya. Universitas Muhammadiyah Medan mengangkatnya sebagai guru besar. Masyarakat Simalungun memberinya marga Saragih saat dia menjabat anggota DPR mewakili Sumatera Utara hasil Pemilu 1982.

Kamis, 10 Desember 2015

Selamat bagi yang memperoleh suara unggul, dan Selamat bagi yang memiliki jiwa ksatria, angka-angka itu vonis rakyat kita.





Bilik Suara

Bilik suara adalah ruang eksekusi rakyat, diluar bilik suara itu radio, Selamat bagi yang memperoleh suara unggul, dan Selamat bagi yang memiliki jiwa ksatria, angka-angka itu vonis rakyat kita.


Terima kasih atas kerja kerasnya.


Hj Anna Shopanah dan Drs. H Supendi, kedekatan rakyat itu memberikan kepercayaan pemimpin Indramayu


Selamat Kepada Hj Anna Shopanah dan Drs. H Supendi. Terpilih sebagai Bupati Indramayu pada peride 2016-2020


Selamat Kepada Hj Anna Shopanah dan Drs. H Supendi atas diaraihnya kepercayaan masyarakat Indramayu untuk memimpin kembali kabupaten Idramayu pada peride 2016-2020


Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati, Hj Anna Sophana-H Supendi (Andi) unggul atas pasangan Toto Sucartono-Rasta Wiguna (Tora)

Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati, Hj Anna Sophana-H Supendi (Andi) untuk sementara unggul atas pasangan Toto Sucartono-Rasta Wiguna (Tora) pada Pilkada Indramayu 2015,

Keunggulan sementara itu berdasarkan perhitungan cepat yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei  Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
Pasangan Andi berhasil mengungguli kompetitor, Toto Sucartono SE dan Drs Rastawiguna (Tora) dengan selisih 10 %. Yakni, pasangan dengan nomor urut satu memperoleh 55,13 % dan pasangan Tora. 44,87 %.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto Izul Fatah, dalam jumpa persnya yang digelar di Aula Hotel Wiwi Perkasa Indramayu, Rabu (9/12).

Selasa, 24 November 2015

Peringatan Hari Guru ke-70 tahun 2015 di Kabupaten Indramayu

Salah satu rangkaian kegiatan HUT PGRI ke-70 PD II PGRI Kabupaten Indramayu adalah gerak jalan santai yang diikuti sekitar 20.000 keluarga besar PGRI Kab. Indramayu pada 21 Nofember 2015. Tampak kedua dari kanan Hj Anna Shopanah Bupati Indramayu memberikan selamat jalan kepada peserta jalan santai, didampingi Ketua DP II PGRI Indramayu, Dr. H Suhaeli , Kepala Sub Dinas Pendidikan Dasar, Drs. H Jahirin, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Indramayu, Dra. Hj Sri Bekti , MSi. (foto rg bagus warsono)

Jumat, 06 November 2015

Sijagur Seri kisah perjuangan rakyat Sentot

 


Penulis kenalkan Meriam Sijagur  sebuah meriam tentara Belanda hasil rampasan yang menjadi andalan pasukan Siliwangi di Distrik Indramayu pimpinan Kapten Sentot di masa perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia. 

Buku kedua Seri Kisah Perjuagan Sentot

Sijagur , kisah peruangan rakyat Indramayu dalam kemerdekaan Indonesia. akan memenuhi khasaah cerita anak Idramayu.  Segera terbit.
    Cerita ini digali dari pitutur rakyat Indramayu untuk dapat dinikmati sebagai bacaan generasi selanjutnya agar memiliki ceritanya sendiri sebagai   perbendaharaan cerita-cerita khasanah daerah Indramayu  yang berserakan.

    Indramayu banyak memiliki peninggalan sejarah yang nyaris hilang ditelan perjalanan kehidupan yang semakin tak peduli terhadap hal kecil yang tak tersentuh oleh pemikiran kita, padahal yang kecil ini justru peting untuk dapat dipelajari sebagai pengetahuan dan kadang filosofi hidup di zaman modern ini.

    Penulis kenalkan Meriam Sijagur  sebuah meriam tentara Belanda hasil rampasan yang menjadi andalan pasukan Siliwangi di Distrik Indramayu pimpinan Kapten Sentot di masa perjuangan merebut Kemerdekaan Indonesia.

Hadir di Indramayu, Seri kisah perjuangan Sentot, Kopral Dali


Kopral Dali lebih tenar ketimbang komandannya. Di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia,  di Indramayu  dulu Dali demikian populair. Tidak saja dilingkungan TNI tetapi di masyarakat  kota kecil Indramayu pasti mengenalnya. Kopral cerdas dan pemberani ini pantas diketahui oleh kita semua ceritanya. Semoga buku ini menjadi teman generasi muda khususnya di kabupaten Indramayu dan Indonesia pada umumnya. Sehingga kita dapat  menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan , seperti Kopral Dali yang satu ini.

Nantikan Cerita Bergambar lainya dalam seri Kisah Perjuangan Sentot  (Kisah Perjuangan Kemerdekaan Rakyat Indramayu) karya RG Bagus Warsono

1. Pertempuran salawe
2. Macan Indramayu
3. Sijagur
4. Pertempuran Heroik di Ciwatu
5. Perlawanan Mbah Brata


Minggu, 25 Oktober 2015

Segera terbit


Kopral Dali lebih tenar ketimbang komandannya. Di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia,  di Indramayu  dulu Dali demikian populair. Tidak saja dilingkungan TNI tetapi di masyarakat  kota kecil Indramayu pasti mengenalnya. Kopral cerdas dan pemberani ini pantas diketahui oleh kita semua ceritanya. Semoga buku ini menjadi teman generasi muda khususnya di kabupaten Indramayu dan Indonesia pada umumnya. Sehingga kita dapat  menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan , seperti Kopral Dali yang satu ini.

Minggu, 18 Oktober 2015

The and

The and