Senin, 26 November 2012

KOMAYA SUMANTRI (MAMA) TELAH TIADA


BERITA DUKA CITA


TELAH PULANG KE RAHMATULLAH :

 BAPAK KOMAYA SUMANTRI (MAMA)

26 NOVEMBER 2012

SESEPUH ORMAS MKGR KABUPATEN INDRAMAYU

PENSIUNAN PENGAWAS SD DI UPTD PENDIDIKAN KEC/KAB. INDRAMAYU DAN KETUA PENGAWAS KPRI MERDEKA KEC.INDRAMAYU, BALONGAN DAN PASEKAN DALAM USIA 64 TAHUN

Segenap pengurus, anggota, dewan penasehat, dewan pembina Ormas MKGR DPC Kab.Indramayu  , turut berduka cita serta kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan iman.

Kamis, 22 November 2012

DR H IRIANTO MS SYAFIUDDIN, PRESTASI DAN PENGHARGAAN


Penghargaan
  • Anugerah lencana dari menteri Agama atas perhatiannya terhadap Pengembangan Tilawah Al-Qur´an dan Dakwah Islamiyah Tahun 2004.
  • Anugerah Peniti Emas dan Piagam Penghargaan Bidang Pendidikan Keagamaan dari Menteri Agama Tahun 2009.
  • Penghargaan Bidang Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2010 oleh Presiden SBY
  • Penghargaan Pelaksana Terbaik Program Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM) tingkat Provinsi Jawa Barat
  • Penghargaan Peniti Emas dari Deperteman Agama RI
  • Piala Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono ( SBY ), diberikan kepada Bupati H. Irianto MS Syafiuddin ( Yance ) di Jakarta.
  • Anugerah Bintang Keteladanan Akhlak Mulia dari Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia (GMP-AM) kepada Bupati Yance tanggal 25 Mei 2007.
  • Piala Adipura tahun 2007 untuk Kabupaten Indramayu sebagai kota kecil terbaik dalam pengelolahan lingkungan perkotaan dari presiden SBY tanggal 6 Juni 2007 pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-dunia di Istana Negara Jakarta.
  • Anugerah BMG Award tahun 2007 dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG ) pada tanggal 4 Juli 2007 kepada Bupati Irianto MS Syafiuddin yang dianggap telah memanfaatkan informasi BMG untuk kepentingan masyarakatnya dan membantu program BMG di daerah.
  • Anugerah Aksara Tingkat Pertama Dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Kepada Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin, pada peringatan Hari Aksara Internasional ke 42 tahun 2007 di Mataram, Nusa tenggara Barat (NTB) tanggal 8 September 2007
  • Anugerah Aksara Tingkat Madya, dari Presiden SBY, September 2008.
  • Penghargaan sebagai daerah penyelenggaraan Pelayanan Perijinan Satu Pintu (PPSP) terbaik tahun 2007 dari Presiden SBY tanggal 18 Desember 2007.
  • Wajardikdas Award tahun 2007 dan Rintisan Wajardikdas 12 tahun dari Gubernur Jabar, Danny Setiawan tanggal 18 Desember 2007.
  • Leadership Award kepada Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara ( Menpan ) tanggal 22 Desember 2007.
  • Pelaksana terbaik Program Kompetisi Indek Pembangunan Manusia (PPK-IPM) Provinsi Jabar dari Gubernur H. Danny Setiawan, tanggal 27 Desember 2007.
  • Anugerah lencana dari menteri Agama atas perhatiannya terhadap Pengembangan Tilawah Al-Qur´an dan Dakwah Islamiyah Tahun 2004.
  • Anugerah Peniti Emas dan Piagam Penghargaan Bidang Pendidikan Keagamaan dari Menteri Agama Tahun 2009.
  • Penghargaan Ketahanan Pangan, dari Presiden Megawati, Th 2002.
  • Bupati terbaik pemerhati dan pejuang anak bangsa melalui pendidikan, dari PGRI, Th 2004
  • Penghargaan Karya Utama Mina Bahari, dari Presiden RI, Th 2004
  • Penghargaan Atas Apaya pengembangan Masyarakat Pesisir, dari Menteri Kelautan RI
  • Prestasi Peningkatan Minat Baca Masyarakat, dari Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), April 2005
  • Piala Adipura kategori kota kecil utk ke-2 kalinya, Juni 2007.
  • Piala Adipura kategori kota kecil utk ke-3 kalinya, dari Presiden SBY, Th 2008, bersama 25 daerah lainnya di Jawa
  • Piala Adipura (Kencana) untuk ke tiga kalinya, tapi kali ini untuk kategori kota sedang, dari Presiden SBY, Juni 2009.
  • Satya Lencana Wira Karya – penghargaan atas keberhasilan program KB, dari Presiden SBY, Juni 2007
  • Anugerah Aksara Tingkat Utama, dari Presiden SBY, September 2009.

Rabu, 14 November 2012

SEKILAS KABUPATEN INDRAMAYU



Kabupaten Indramayu
Locator kabupaten indramayu.png
Peta lokasi Kabupaten Indramayu
Koordinat: 107"51'-108"36' Bujur Timur dan 6"15' - 6"40' Lintang Selatan
ProvinsiJawa Barat
Tanggal7 Oktober 1527
Ibu kotaIndramayu
Pemerintahan
 - BupatiHj. Anna Sophana
 - DAURp. 822.083.501.000,-(2011)[1]
Luas2.000,99 km2
Populasi
 - Total1.795.372 jiwa (2007)[2]
 - Kepadatan897,24 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon0234
Pembagian administratif
 - Kecamatan31
 - Situs webhttp://www.indramayukab.go.id/
Kabupaten Indramayu, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa BaratIndonesiaIbu kotanya adalah Indramayu yang merupakan pusat pemerintahan, sedangkan titik keramaian justru berada di kecamatan Jatibarang dan Haurgeulis, hal ini dikarenakan di Jatibarang terdapat pusat Pasar dan memiliki akses yang mudah seperti Jalur Pantura dan Stasiun Kretaapi, hal yang sama juga terjadi untuk Kecamatan Haurgeulis meski tak dilewati secara langsung oleh Jalur Pantura, namun Kecamatan ini dilalui oleh Jalur Kereta Api. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Cirebon di tenggara, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang di Selatan, serta Kabupaten Subang di barat.
Kabupaten Indramayu terdiri atas 33 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 315 desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Indramayu. Hari jadi Kabupaten Indramayu ditetapkan pada tanggal 7 Oktober 1527.
Indramayu dilintasi jalur pantura, yakni jalur utama dan terpadat di Pulau Jawa, terutama pada musim mudik lebaran. Kabupaten ini juga dilintasi oleh jalur kereta api lintas utara Pulau Jawa, dengan salah satu stasiun terbesarnya adalah Stasiun Jatibarang yang berada di kotaJatibarang, sekitar 19 km ke selatan dari pusat Kota Indramayu.
Beberapa kecamatan-kecamatan penting di Wilayah Kabupaten Indramayu di antaranya adalah IndramayuJatibarangHaurgeulisPatrol,Karangampel, dan Terisi.
Walaupun Indramayu berada di Jawa Barat yang notabene adalah tanah Pasundan yang berbudaya dan berbahasa Sunda, namun sebagian besar penduduk Indramayu berbahasa Jawa khas Indramayu, masyarakat setempat menyebutnya dengan Basa Dermayon, yakni dialek Bahasa Jawa yang hampir serupa dengan Dialek Cirebon. Di bagian selatan dan barat daya kabupaten ini, beberapa wilayah menggunakan bahasa Sunda, mengingat sejarah kabupaten Indramayu yang dulu pernah masuk kedalam wilayah kerajaan Cirebon (diutara), sehingga berbashasa Jawa, Kerajaan Galuh dan Sumedang Tandang di Wilayah Selatan, sehingga mempengaruhi masyarakatnya berbahasa Sunda Khas Indramayu.

Selasa, 13 November 2012

Jumat, 09 November 2012

DR H IRIANTO MS SYAFIUDDIN SANDARAN HARAPAN BARU RAKYAT JAWA BARAT


Menjadi Kepala Daerah tidak semudah membalikan tangan, apalagi sebuah wilayah propinsi yang cukup luas. Berbagai aspek perlu mendapat perhatian. Yakni pembangunan di segala bidang kehidupan rakyat harus terjamah. Salah satu terlewat saja, di zaman sekarang, dimana informasi cepat diperoleh, akan dapat menimbulkan gejolak dan pemberitaan miring terhadap seorang pimpinan kepala daerah baik bupati/walikota maupun gubernur atau presiden.
   Sosok seorang pimpinan (figur) menjadi harapan bagi masyarakatnya, untuk dapat merubah tatanan kehidupan yang lebih baik. Tentu apabila sang pemimpin memiliki keberpihakan pada masyarakatnya. Pengabdiannya dicurahkan bagi kepentingan  rakyat.
   Sosok (figur) seperti inilah yang slalu dijadikan harapan baru bagi perubahan kehidupan rakyat yang lebih baik. Sebab rakyat menyadari fungsi hak memilih apabila ada keberpihakan (menguntungkan) rakyat sebagai  imbal dari kepemilikan hak memilih seorang pimpinan Kepala Daerah pada kehidupan berdemokrasi.
   Jika demikian maka rakyat berfikir cerdas, untuk apa memilih seorang pimpinan kepala daerah tanpa ada pengaruh perbaikan untuk semakin baik bagi kehidupannya. Namun yang akan dijalani kehidupan rakyat Jawa Barat lima tahun mendatang belum bisa dikatakan sekarang karena memang belum dilalui. Tetapi setidaknya rakyat dapat melihat niat tulus dari calon pemimpin kita itu untuk membangun Jawa Barat ke depan. Niat yang tulus setidaknya dapat dilihat dari kejujuran, keterbukaan, niat yang sungguh-sungguh seorang calon pemimpin, serta amanah yang diberikan dari rakyat. Dari kreteria itu telah dimiliki  Calon Gubernur Jawa Barat kita, DR H Irianto MS Syafiuddin (Kang Yance). Beliau  orang yang secara tulus ingin mengabdi bagi bangsanya. Beliau kemukakan niat dengan terbuka untuk menjadi  gubernur Jawa Barat. Beliaulah orang yang jujur dan terbuka menyatakan siap menjadi calon gubernur, dan Beliaulah orang yang nyata mendapat amanah dari rakyat untuk menjadi calon gubernur jawa barat. Ia mendapat dukungan dan amanat  untuk maju sebagai calon gubernur dari berbagai lapisan masyarakat dari seluruh wilayah di Jawa Barat ini. Ialah tokoh yang memiliki tingkat keterpilihan paling tinggi oleh rakyat Jawa Barat. Rakyat Jawa Barat tidak ragu lagi pada tokoh ini. DR H Irianto MS Syafiuddin yang menjadi sandaran  harapan baru rakyat Jawa Barat.
Kang Yance beserta keluarga
  

Selasa, 30 Oktober 2012

DHANI AMAD PRASETYO (AHMAD DHANI)

Nama lahir : Dhani Ahmad PrasetyoNama lain : Muhammad Dhani ManafLahir : 26 Mei 1972Umur : 39 Tahun Pekerjaan : musisiTahun aktif : 1991 - sekarangGrup Band : Dewa 19, The Rock,  T.R.I.A.D.Pasangan : Maia Ahmad (cerai), Mulan JameelaAnak Pernikahan dengan Maia Ahmad : Ahmad Gazali, El Jalaluddin Rumi, Ahmad Abdul Qodir Jaelani Pernikahan siri dengan Mulan Jameela: SyafiyaOrang tua : Eddy Abdul Manaf (1934-2011)




AHMAD DHANI MUSISI SERBA BISA



DESY RATNASARY

Nama asli : Desy Ratnasari
Tanggal lahir : 12 Desember 1973 
Lahir di : Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia
Pekerjaan : Dosen S1 Universitas Atmajaya  
Zodiac : Sagittarius 
Terkenal sejak berperan sebagai Olga dalam film "Olga dan Sepatu Roda" (1991)












Senin, 29 Oktober 2012

DEPARTEMENT DI PARTAI GOLKAR




SEJARAH PARTAI GOLKAR


Sejarah Partai Golkar bermula pada tahun 1964 dengan berdirinya Sekber Golkar di masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno. Sekber Golkar didirikan oleh golongan militer, khususnya perwira Angkatan Darat ( seperti Letkol Suhardiman dari SOKSI) menghimpun berpuluh-puluh organisasi pemuda, wanita, sarjana, buruh, tani, dan nelayan dalam Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar).

Sekber Golkar didirikan pada tanggal 20 Oktober 1964. Sekber Golkar ini lahir karena rongrongan dari PKI beserta ormasnya dalam kehidupan politik baik di dalam maupun di luar Front Nasional yang makin meningkat. Sekber Golkar ini merupakan wadah dari golongan fungsional/golongan karya murni yang tidak berada dibawah pengaruh politik tertentu. Terpilih sebagai Ketua Pertama Sekber Golkar adalah Brigadir Jenderal (Brigjen) Djuhartono sebelum digantikan Mayor Jenderal (Mayjen) Suprapto Sukowati lewat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I, Desember 1965.

Jumlah anggota Sekber Golkar ini bertambah dengan pesat, karena golongan fungsional lain yang menjadi anggota Sekber Golkar dalam Front Nasional menyadari bahwa perjuangan dari organisasi fungsional Sekber Golkar adalah untuk menegakkan Pancasila dan UUD 1945. Semula anggotanya berjumlah 61 organisasi yang kemudian berkembang hingga mencapai 291 organisasi.

Organisasi-organisasi yang terhimpun ke dalam Sekber GOLKAR ini kemudian dikelompokkan berdasarkan kekaryaannya ke dalam 7 (tujuh) Kelompok Induk Organisasi (KINO), yaitu:

1. Koperasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO)
2. Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI)
3. Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR)
4. Organisasi Profesi
5. Ormas Pertahanan Keamanan (HANKAM)
6. Gerakan Karya Rakyat Indonesia (GAKARI)
7. Gerakan Pembangunan Untuk menghadapi Pemilu 1971,

7 KINO yang merupakan kekuatan inti dari Sekber GOLKAR tersebut, mengeluarkan keputusan bersama pada tanggal 4 Februari 1970 untuk ikut menjadi peserta Pemilu melalui satu nama dan tanda gambar yaitu Golongan Karya (GOLKAR). Logo dan nama ini, sejak Pemilu 1971, tetap dipertahankan sampai sekarang.

Pada Pemilu 1971 ini, Sekber GOLKAR ikut serta menjadi salah satu konsestan. Pihak parpol memandang remeh keikutsertaan GOLKAR sebagai kontestan Pemilu. Mereka meragukan kemampuan komunikasi politik GOLKAR kepada grassroot level. NU, PNI dan Parmusi yang mewakili kebesaran dan kejayaan masa lampau sangat yakin keluar sebagai pemenang.

Mereka tidak menyadari kalau perpecahan dan kericuhan internal mereka telah membuat tokoh-tokohnya berpindah ke GOLKAR. Hasilnya di luar dugaan. GOLKAR sukses besar dan berhasil menang dengan 34.348.673 suara atau 62,79 % dari total perolehan suara. Perolehan suaranya pun cukup merata di seluruh propinsi, berbeda dengan parpol yang berpegang kepada basis tradisional.

NU hanya menang di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, Partai Katholik di Nusa Tenggara Timur, PNI di Jawa Tengah, Parmusi di Sumatera Barat dan Aceh. Sedangkan Murba tidak memperoleh suara signifikan sehingga tidak memperoleh kursi DPR. Kemudian, sesuai ketentuan dalam ketetapan MPRS mengenai perlunya penataan kembali kehidupan politik Indonesia, pada tanggal 17 Juli 1971 Sekber GOLKAR mengubah dirinya menjadi GOLKAR.

GOLKAR menyatakan diri bukan parpol karena terminologi ini mengandung pengertian dan pengutamaan politik dengan mengesampingkan pembangunan dan karya. September 1973, GOLKAR menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) I di Surabaya. Mayjen Amir Murtono terpilih sebagai Ketua Umum. Konsolidasi GOLKAR pun mulai berjalan seiring dibentuknya wadah-wadah profesi, seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI).

Setelah Peristiwa G30S maka Sekber Golkar, dengan dukungan sepenuhnya dari Soeharto sebagai pimpinan militer, melancarkan aksi-aksinya untuk melumpuhkan mula-mula kekuatan PKI, kemudian juga kekuatan Bung Karno. Pada dasarnya Golkar dan TNI-AD merupakan tulang punggung rezim militer Orde Baru.

Semua politik Orde Baru diciptakan dan kemudian dilaksanakan oleh pimpinan militer dan Golkar. Selama puluhan tahun Orde Baru berkuasa, jabatan-jabatan dalam struktur eksekutif, legislatif dan yudikatif, hampir semuanya diduduki oleh kader-kader Golkar. Keluarga besar Golongan Karya sebagai jaringan konstituen, dibina sejak awal Orde Baru melalui suatu pengaturan informal yaitu jalur A untuk lingkungan militer, jalur B untuk lingkungan birokrasi dan jalur G untuk lingkungan sipil di luar birokrasi.

Pemuka ketiga jalur terebut melakukan fungsi pengendalian terhadap Golkar lewat Dewan Pembina yang mempunyai peran strategis. Jadi Pimpinan Pemilu Dalam pemilu Golkar yang berlambang beringin ini selalu tampil sebagai pememang. Kemenangan Golkar selalu diukir dalam pemilu di tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. Arus reformasi bergulir.

Tuntutan mundur Presiden Soeharto menggema di mana-mana. Soeharto akhirnya berhasil dilengserkan oleh gerakan mahasiswa. Hal ini kemudian berimbas pada Golkar. Karena Soeharto adalah penasehat partai, maka Golkar juga dituntut untuk dibubarkan. Saat itu Golkar dicerca di mana-mana.

Akbar Tandjung yang terpilih sebagai ketua umum di era ini kemudian mati-matian mempertahankan partai. Di bawah kepemimpinan Akbar, Golkar berubah wujud menjadi Partai Golkar. Saat itu Golkar juga mengusung citra sebagai Golkar baru. Upaya Akbar tak sia-sia, dia berhasil mempertahankan Golkar dari serangan eksternal dan krisis citra, inilah yang membuat Akbar menjadi ketua umum Golkar yang cukup legendaris.

Partai Golkar kemudian ikut dalam Pemilu 1999, berkompetisi bersama partai-partai baru di era multipartai. Pada pemilu pertama di Era Reformasi ini Partai Golkar mengalami penurunan suara di peringkat ke dua di bawah PDIP dengan. Namun pada pemilu berikutnya Golkar kembali unggul. Pada pemilu legislatif 2004 Golkar menjadi pemenang pemilu legislatif dengan 24.480.757 suara atau 21,58% suara sah.

Pada pemilu legislatif 2009 lalu suara Partai Golkar kembali turun ke posisi dua. Pemenang pemilu dipegang oleh Partai Demokrat. Dalam Munas VIII di Pekanbaru, Aburizal Bakrie terpilih sebagai ketua umum menggantikan Jusuf Kalla. Sebagai pimpinan baru partai beringin, Aburizal bertekad akan kembali membawa Golkar memenangkan pemilu. Dia menargetkan Golkar menjadi pemenang pertama pemilu legislatif 2014 nanti. Ketua Umum Golkar dari masa ke masa

• Djuhartono (1964-1969)
• Suprapto Sukowati (1969–1973)
• Amir Moertono (1973–1983)
• Sudharmono (1983–1988)
• Wahono (1988–1993)
• Harmoko (1993–1998)
• Akbar Tandjung (1998–2004)
• Jusuf Kalla (2004–2009)
• Aburizal Bakrie (2009–sekarang)

DAFTAR NAMA PARTAI POLITIK YANG LOLOS/TIDAK LOLOS VERIFIKASI II DARI KPU RI



Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah menetapkan 16 Partai Politik yang lolos verifikasi administrasi Tahap II.  Dan 18 Partai Politik lainnya dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi. 

Dari 16 Partai Politik tersebut, antara lain adalah sebagai berikut :

1. Partai Nasdem
2. PDIP
3. PKB
4. Partai Bulan Bintang (PBB)
5. Partai Hanura
6. PAN
7. Partai Golkar
8. PKS
9. Partai Gerindra
10. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
11. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
12. Partai Demokrat
13. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
14. Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB)
15. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
16. Partai Persatuan Nasional (PPN)

Sementara 18 Partai Politik yang tidak lolos, yakni diantaranya adalah : 

1. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
2. Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI)
3. Partai Kongres
4. Partai Serikat Rakyat Independen (SRI)
5. Partai Karya Republik (Pakar)
6. Partai Nasional Republik (Nasrep)
7. Partai Buruh
8. Partai Damai Sejahtera (PDS)
9. Partai Republika Nusantara (Republikan)
10. Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme
11. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
12. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI)
13. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
14. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)
15. Partai Republik
16. Partai Kedaulatan
17. Partai Bhinneka Indonesia (PBI)
18. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI)

Ketua KPU RI Husni Kamil Manik didampingi 6 anggota komisioner lainnya Ida Budhiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Arief Budiman, Nadar Hafis Gumay, Juri Ardiantoro, dan Sigit Pamungkas,  mengatakan setelah verifikasi adminstrasi KPU akan melakukan verifikasi faktual terhadap parpol yang lolos verifikasi administrasi tersebut.    

Pada verifikasi faktual nanti kita akan buktikan apakah seluruh dokumen yang diserahkan partai politik itu, ada secara fisik atau tidak, ujar Husni. Verifikasi faktual akan dilakukan ditingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Besok tim akan berangkat ke-33 provinsi untuk mengantarkan berkas dan melakukan supervisi untuk pelaksanaan verifikasi faktual nanti, ujarnya.

Husni meminta partai yang lolos verifikasi administrasi tahap II segera mempersiapkan diri. Sebab masa perbaikan untuk verifikasi faktual hanya satu kali sebelum akhirnya diputuskan oleh KPU. Husni kembali menegaskan bahwa pengunduran jadwal pengumuman bukan karena adanya tekanan politik ataupun negosiasi politik dengan pihak tertentu. Pengunduran itu, kata Husni semata-mata untuk mencermati kembali data-data yang diserahkan parpol.

Kita melakukan pengunduran murni karena pertimbangan kelengkapan data. Misalnya data kartu tanda anggota (KTA), parpol baru menyerahkannya diakhir masa perbaikan, sementara jumlahnya banyak. Ada puluhan juta data yang harus dicermati, jelasnya.

Pengunduran jadwal itu juga tidak melanggar undang undang. Yang tidak boleh diubah itu jadwal pemungutan suara, kata Husni. Landasan hukumnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 52/PUU-X/2012 pada Bagian Pertimbangan Hukum pada sub bagian Pengujian Konstitusionalitas Pasal 208 UU 8/2012. Dalam putusan MK itu menyebutkan dengan adanya putusan-putusan mengenai pasal-pasal dalam UU 8/2012, terutama terkait dengan ketentuan mengenai verifikasi partai politik, maka segala sesuatu yang berakibat secara hukum dengan proses penyelenggaraan pemilihan umum legislatif tahun 2014 harus disesuaikan ulang dengan tidak mengubah jadwal pemungutan suara.

KPU melakukan verifikasi faktual di tingkat pusat sampai 21 November 2012, di tingkat provinsi sampai 28 Desember 2012 dan di tingkat kabupaten/kota sampai 20 Desember 2012. Penetapan parpol peserta pemilu dilaksanakan 29 Desember 2012 sampai 8 Januari 2013. Pengumuman partai politik peserta pemilu 9 sampai 11 Januari 2013.


The and

The and