Bacaan sehat warga Indramayu, memperluas wawasan membuka cakrawala pengetahuan, untuk semua.
Selasa, 22 April 2014
Hasil Perolehan Kursi Anggota Legeslatif DPRD II Indramayu Pemilu 9 April 2014
Partai Politik yang berhasil mendapat kursi legislatif DPRD Indramayu, diantaranya, Partai Golkar memimpin perolehan kursi dengan 19 kursi, disusul PDIP 7 kursi, PKB 7 kursi, Gerindra 6 kursi, PKS 4 kursi, Nasdem 3 kursi, Hanura 2 kursi, Partai Demokrat 2 kursi
Rabu, 02 April 2014
Senin, 24 Maret 2014
Kamis, 20 Maret 2014
Selasa, 04 Maret 2014
Sabtu, 22 Februari 2014
Minggu, 16 Februari 2014
Minggu, 02 Februari 2014
Kamis, 30 Januari 2014
Minggu, 05 Januari 2014
Sega Lengko Kini Tak Berdaun Pisang
Kuliner khas Indramayu, Jawa Barat, Sega Lengko, kini tak lagi ditemukan orisinal tradisionalnya oleh perubahan perkembangan dan dinamika kehidupan. Makanan yang dulu identik dengan kuliner sarapan pagi indramayu, sega lengko telah berkembang ke arah yang tak populair.
Diawali dari menu-nya, doeloe sega lengko mengggunakan tahu kulit (tahu yang berbentuk prisma segi tiga
dan berkulit tebal) khas Indramayu. Tahu tak digoreng namun diiris tipis sebagai bumbu bersama sambel goreng dan kecap. Namun kini berkembang dengan diganti tempe maupun tahu potong putih/kuning yang digoreng lebih dulu.
Sega lengko yang dibeli dari pedagang nasi sarapan di kampung-kampung di Indramayu bukan main nikmatnya sampai-sampai sanak keluarga yang datang ke Indramayu, nasi lengkolah yang menjadi permintaan utama mereka untuk sarapan pagi. Namun bukan main kagetnya kini sega lengko banyak berubah tak seperti dulu. Dari mulai bumbu lengko, sampai pembungkusnya beda. Nasi lengko kini sudah pakai tahu putih yang digoreng, ada mie-gorengnya/bihun atau suatu tempat dijumpai sega lengko dijumpai pakai tempe dan telor pendang, di sutu tempat lagi sega lengko pakai tempe goreng yang dipotong kecil-kecil. Bumbu yang dicampur dengan tauge dan ketimun yang diiris tipis memang masih melekat, namun kecapnya kini sembarang yakni buatan pabrik modern.
Makan nasi lengko tentu sangat beda aroma jika sega lengko itu dibungkus daun pisang, ada kesan tradisional dan selera makan, kini sega lengko dibungkus pakai kertas-minyak dan kunci pembungkusnya dengan hacter kawat. Jika makan di warung segalengko, maka akan dilayani langsung dipiring tanpa dialasi daun pisang.
Menurut hj Umamah (80th), veteran perang kemerdekaan pensiunan legiun veteran Indramayu yang dulu sebagai penjual nasi lengko ternama di Sindang Indramayu, nasi lengko sulit untuk dijaga keasliannya, diikarenakan bahan baku, dan juga keinginan penjual dan pembeli yang serba ingin praktis. Ketiadaan daun pisang (daun pisang klutuk pisang biji) adalah kegagalan pemerintah dalam membangun perekonomian keluarga. Dulu setiap pekarangan rumah hampir dijumpai tanaman pisang, namun kini masyarakat enggan menaman pisang di pekarangan rumah. Apalagi semua desa dipinggiran kota kini berkembang menjadi kota menjadi semakin sempit pekarangan rumah. Hj Umamah dulu membeli daun pisang dari tetangga yang memiliki tanaman pisang untuk pembungkus segalengko.
Nasi lengko khas Indramayu yang dulu dijumpai di pasar Mambo diwaktu sore menjelang malam kini tak kelihatan lagi. Yang tubuh berkembang adalah warung sega jamblang yang merupakan kuliner khas Cirebon. Akankah sega lengko tetap lestari atau berkembang tergantung dari kemauan warga penerus warisan pendahulu itu. Sega lengko kini saja tetap disebut sega lengko walau tak berdaun pisang. (agus Warsono/masagus)
Jumat, 03 Januari 2014
Kamis, 02 Januari 2014
Rabu, 01 Januari 2014
Sabtu, 28 Desember 2013
Kamis, 26 Desember 2013
Sentra Industri Kerajinan Khas Kabupaten Indramayu Perlu Promosi Sebagai Daya Tarik Wisatawan
Di Kabupaten Indramayu sentra Industri Kerajinan masih tergolong kedaerahan, dimana daerah pusat industri kerajinan tampak hidup secara trdisional tanpa dorongan peningkatan promosi sebagai daerah wisata belanja masyarakat.
Sebetulnya banyak sekali di Indramayu sentra Industri Kerajinan tradisional seperti Batik Paoman di desa Paoman kec.Indramayu, Anyaman bambu di Rambatan kecamatan Lobener, kerajinan Sabut Kelapa di Blok Gribig Lempuyang kec. Anjatan, Terasi, kulit dan gesek Ikan di desa Brondong kec. Indramayu, Emping melinjo di Karangampel, gerabah di desa Anjun kec. Kandanghaur, dan kerupuk di desa Kenanga kec. Indramayu.
Dukungan promosi dan bantuan pembinaan daerah itu sebagai daerah kunjungan wisata dari pemerintah perlu ditingkatkan. Mereka tidak saja harus diberikan sebagai binaan usaha , tetapi juga promosi daerah.
Potensi kerajinan yang banyak terdapat di Indramayu sebetulnya adalah aset daerah yang sangat besar. Jika dibiarkan boleh jadi nanti terasi Indramayu yang sedap rasanya itu dikirim ke daerah lain dan diberi label/cap di luar daerah. Atau kerupuk kulit ikan dan gesek bilis yang gurih itu menjadi kepunyaan daerah lain dengan kemasan dari perusahaan di daerah lain.
Sebetulnya banyak sekali di Indramayu sentra Industri Kerajinan tradisional seperti Batik Paoman di desa Paoman kec.Indramayu, Anyaman bambu di Rambatan kecamatan Lobener, kerajinan Sabut Kelapa di Blok Gribig Lempuyang kec. Anjatan, Terasi, kulit dan gesek Ikan di desa Brondong kec. Indramayu, Emping melinjo di Karangampel, gerabah di desa Anjun kec. Kandanghaur, dan kerupuk di desa Kenanga kec. Indramayu.
Dukungan promosi dan bantuan pembinaan daerah itu sebagai daerah kunjungan wisata dari pemerintah perlu ditingkatkan. Mereka tidak saja harus diberikan sebagai binaan usaha , tetapi juga promosi daerah.
Potensi kerajinan yang banyak terdapat di Indramayu sebetulnya adalah aset daerah yang sangat besar. Jika dibiarkan boleh jadi nanti terasi Indramayu yang sedap rasanya itu dikirim ke daerah lain dan diberi label/cap di luar daerah. Atau kerupuk kulit ikan dan gesek bilis yang gurih itu menjadi kepunyaan daerah lain dengan kemasan dari perusahaan di daerah lain.
.jpg)
Batik Paoman di Kabupaten Indramayu merupakan peninggalan nenek moyang Indramayu yang memiliki pengetahuan tinggi mengenai batik paoman. Keberadaannya patut dilestarikan dari mulai cara pembuatan, ilmu batiknya, maupun sejarahnya. Batik poman tercatat di Negeri Belanda sebagai batik kuna yang sejajar dengan seni batik lainnya seperti di batik Pekalongan, Solo, Jogyakarta, Trusmi dan seni batik terkenal lainnya. Bahkan Kembang Kapas adalah corak batik Paoman yang termashur di dunia.
Rabu, 25 Desember 2013
Senin, 23 Desember 2013
Perlu Wakil Indramayu di DPR RI dari yang Telah Terbukti Komitment
Ada beberapa alasan pentingnya wakil dari Indramayu yang mampu membawa aspirasi masyarakat agar Indramayu tidak tertinggal. Sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh Indramayu agar pemerintah pusat tidak 'klalen' (lupa) akan Indramayu. Tentu harus ada yang mewakili di sana. Kepercayaan masyarakat Indramayu kini tertuju pada sosok H Daniel Mutaqien Syafiuddin, ST seorang yang memiliki komitment tinggi apabila mendapat amanat rakyat. Hal demikian dibuktikan Daniel sampai saat ini sebagai Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat. Ia memberikan masukan-masukan penting terhadap pemerintah Propinsi akan nasib Indramayu.
Sebagai contoh keberhasilan Daniel itu berupa upaya menggolkan jalan-jalan propinsi untuk segera diperbaiki kembali seperti jl Patrol -Haurgeulis-Subang.
(rg Bagus Warsono)
Sebagai contoh keberhasilan Daniel itu berupa upaya menggolkan jalan-jalan propinsi untuk segera diperbaiki kembali seperti jl Patrol -Haurgeulis-Subang.
(rg Bagus Warsono)
Jumat, 20 Desember 2013
H DANIEL MUTAQIEN SYAFIUDDIN, ST MENJADI TUMPUAN HARAPAN WARGA INDRAMAYU
Demikian disampaikan oleh Tokoh Koperasi Indramayu Bapak Karsita dalam wawancaranya dengan Agus Warsono jelang kesiapan Rapat Anggota Khusus tahun buku 2013 di Gedung KPRI Merdeka Indramayu 20-12-13 . Bapak Karsita selaku sesepuh Koperasi Guru di Indramayu menuturkan bahwa ada kesamaan visi pandangannya terhadap Indramayu dengan tokoh sebelumnya yakni Kang Yance, tokoh yang tak lepas dari Kabupaten Indramayu. Daniel , begitu tuturnya, sama-sama sarjana teknik seperti Kang Yance. Ini berarti suatu kesamaan pandangan latar belakang pendidikan dan tentunya pada konsep pembangunan di Indramayu. Meskipun Daniel belum terlihat melakukan pada kegiatan pembangunan misalnya mengerjakan pembangunan fisik sekala bersar di Indramayu, namun latar belakang pendidikan akan mampu meneruskan pembangunan Indramayu kedepan.
Daniel , menurut Bapak Karsita menunjukan kedewasaan sebagai seorang intelektual yang tidak sama sekali bersifat 'kadiran' sebagai putra seorang bupati. Justru Mas Daniel , katanya telah mengedepankan kemandirian sebagai figur publik dimana telah lama populair sebagai Ketua Organisasi Pemuda.
H. Daniel Mutaqien Syafiuddin , ST memasuki tahun 2014 ini kelak akan menjadi tumpuan harapan warga Indramayu. Ini dikarenakan rakyat Indramayu selama dalam kepemimpinan Kang Yance hingga sekarang merasa nyaman dikarenakan konsep Visi itu. Bapak Karsita merasa yakin ada kesamaan visi dari tokoh Daniel Mutaqien ini dengan Kang yance tidak saja pada latar belakang pendidikan tetapi juga pandangannya akan Indramayu ke depan.
rg bagus warsono, 20-12-2013
Sabtu, 14 Desember 2013
PILIH JAJANAN TRADISIONAL DI INDRAMAYU UNTUK SARAPAN PAGI , BLENDUNG SUDAH JARANG DIJUMPAI
Sudah jarang dijumpai. Makanan dari jagung dikukus dengan diberi kelapa ini dulu menjadi makanan faforiet untuk sarapan pagi. Kini Indramayu sudah makmur, terlebih setelah Indramayu dipimpin oleh Kang Yance (Dr. H Irianto MS Syafiuddin) yang kemudian diteruskan oleh Hj. Ana Sopanah, Indramayu semakin maju dan rakyatnya semakin sejahtera. Blendung sudah lama ditinggalkan.
Kamis, 03 Oktober 2013
Rabu, 18 September 2013
IBU Hj. ANNA SOPANAH, BUPATI INDRAMAYU , SEDERHANA DAN BERSAHAJA
Bupati Indramayu, Hj. Anna Sopanah kunjungi desa Pagirikan kec. Pasekan dengan bersepeda.
Sederhana dan bersahaja. (foto : Bg Bagus Warsono (agus warsono)
Selasa, 03 September 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
The and
.jpg)
.jpg)
.jpg)







+(1).jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

